Main Menu

“Lampu Meja” Seharga Rp 8,4 Milyar!

Rohmat Haryadi
19-11-2016 05:04

Tempat topi yang sempat menjadi lampu meja (Christies/BNPS)

Artikel Terkait

Jakarta, GATRANews - Porselen setinggi 10 inci berhiaskan sembilan naga itu dianggap benda tak bernilai selama 50 tahun. Dibeli dari rumah lelang negara pada 1950-an, pada saat karya seni Cina dianggap sangat tidak berharga. Selama setengah abad digunakan sebagai lampu meja oleh sebuah keluarga di North Wales setelah melengkapinya dengan kap krem berenda. Keluarga itu membelinya dengan sangat murah pada 1953.


Beberapa tahun yang lalu “lampu” itu dijual kepada pembeli yang menyadari bahwa itu warisan bersejarah. Pembeli itu kemudian meminta pendapat para ahli di rumah lelang Christie, London, yang mengonfirmasi bahwa “lampu” itu sebenarnya tempat topi berumur 200 tahun. Dibuat antara tahun 1820 dan 1850. Sehingga dibuka penawaran £ 300.000 (Rp 4,4 milyar) ketika benda itu dilelang, pertengahan November lalu.

Pecah perang penawaran sehingga harga meroket hampir dua kali lipat dari perkiraan. Akhirnya, tempat topi itu terjual £ 581.000 (Rp 8,4 milyar kepada seorang pembeli yang tidak disebutkan namanya dari Asia. Ivy Chan, seorang spesialis seni Asia di Christie, mengatakan objek yang menarik ini disimpan di sebuah rumah di North Wales selama lebih dari 50 tahun, di mana ia digunakan sebagai lampu meja.

"Ini sebenarnya tempat topi (hat stand)  Cina yang berusia 200 tahun. Fakta bahwa tempat topi itu berakhir di Inggris, melalui sejarah panjang,” katanya. Menurut Chan, pihaknya melacak bahwa tempat topi itu dibeli pada 1953 dari rumah lelang negara oleh pembeli dari North Wales.

"Fakta bahwa mereka berubah menjadi lampu menunjukkan bahwa mereka tidak membayar mahal untuk benda itu, dan mereka tidak menyadari pentingnya. Sebenarnya cukup umum untuk menjadikan porselen Cina menjadi lampu, dan sangat beruntung bahwa tidak ada kerusakan dilakukan untuk yang satu ini,” katanya.

"Ini adalah keajaiban itu telah bertahan dalam kondisi yang baik. Itu adalah kejutan yang sangat menyenangkan ketika penjual membawa kepada kami,” katanya.

Porselen itu berasal dari masa kekaisaran Daoguang, pada awal abad ke-19. Benda itu menawarkan kemewahan, di mana pakaian melambangkan pangkat dan status. “Jenis topi yang Anda kenakan sangat penting. Jika tidak digunakan, aksesoris indah dan rumit itu ditampilkan pada tempat yang sesuai hiasan dekoratifnya,” katanya.

Tempat topi berdiri berwarna kuning dan hijau dihiasi dengan sembilan naga, yang melambangkan kekuatan ilahi. Tempat topi berdiri itu dibuat untuk seseorang yang sangat penting, mungkin Kaisar Daoguang sendiri. "Ini adalah sebuah karya seni yang indah dan benar-benar mencontohkan kemampuan teknis dari pengrajinnya,” katanya.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
19-11-2016 05:04