Main Menu

Sulistyo Gelar Pameran ''Jagonya Jagoan''

Iwan Sutiawan
17-02-2017 00:14

Jakarta, GATRAnews - Pelukis Sulistyo menggelar pameran tunggal bertajuk "Jagonya Jagon", pada 1 sampai 19 Februari 2017 di Kunstkring Paleis, Jalan Teuku Umar, Nomor 1 Jakarta Pusat. Tema ini diambil untuk memotivasi seluruh anak bangsa menjadikan Indonesia sebagai "jagoan" di dunia, karena Indonesia merupakan bangsa besar, kaya akan sumber daya alam, manusia, dan berbagai kekayaan lainnya.

Dalam pameran tunggal ke-25 ini, pelukis kelahiran Tulungagung ini, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (16/2), menarasikan konsep "jagoannya" pada 30 bidang kanvas berbagai ukuran, warna, sudut pandang etika juga estetika seni, serta kebudayaan. Lukisan-lukisan itu mencerminkan berbagai kekayaan bangsa Indonesia.

"Indonesia sebagai bangsa-negara yang tergolong kaya akan beragam kebudayaan dan sumber daya alam, seharusnya dapat berkembang lebih maju lagi selangkah lebih cepat dibanding negara lainnya," ujar Sulistyo.

Melalui pameran ini, Nawacita Indonesia dan Sulistyo Management, juga ingin menyeru seluruh anak bangsa agar melakukan gerakan moral dan meningkatkan nasionalisme, serta patriotisme.

Menurut Sulistyo, untuk menjadi "jagoan" bagi bumi pertiwi, tidaklah harus bertempur di medan laga, tidak pula harus berdarah-darah di palagan peperangan, ataupun membela kelompok tertentu dengan menafikan kepentingan bangsa dan negara yang jauh lebih besar.

"Tetapi, bisa berjuang pada darma kebaikan masing-masing, apapun profesi kita, apapun warna kita, apapun suku kita, kita adalah Bangsa Indonesia. Berguna bagi banyak orang, bangsa, dan negara adalah 'jagoan' sebenarnya. Karena setiap kita bisa menjadi 'jagoan' buat Indonesia," ujarnya.

Untuk itu, lanjut Sulityo, kita harus terus memupuk nilai-nilai luhur budaya bangsa untuk menggerakkan seluruh sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Memotivasi nasionalisme dan patriotisme. Melestarikan kebesaran, kekayaan sejarah, dan budaya bangsa.

"Agar kita menjadi kuat, maju dan besar dengan mengoptimalkan potensi-potensi sumber daya manusianya yang berpikiran positif, baik dan benar," katanya.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
17-02-2017 00:14