Main Menu

Monolog Bung Karno: Rasakan Denyut Nadi Soekarno di Indonesia

Riana Astuti
15-08-2017 11:42

Wawan Sofwan saat menjelma menjadi Bung Karno dalam Monolog Bung Karno (GATRAnews/RAS)

Jakarta, GATRAnews - "Kemerdekaan Indonesia tidak akan pernah tercapai karena status quo saat ini. Kita harus bergerak untuk mencapai kemerdekaan. Besok atau tidak sama sekali," tegas Soekarno kepada Hatta. Itulah petikan isi cerita dalam Monolog Bung Karno: Besok Atau Tidak Sama Sekali.

Karya teranyar dari Wawan Sofwan menyuguhkan sisi cerita yang berbeda. Menampilkan konflik yang berkecamuk dalam batin Soekarno kala itu saat silang pendapat dengan perwira Jepang Nishimura didetik-detik kemerdekaan RI. Sebelum memutuskan untuk mengambil konsep cerita. Wawan melakukan riset keberbagai sumber salah satunya, literatur dari buku Soekarno An Autobiography As Told To Cindy Adams, karya Cindy Adams.

Pria yang sudah 30 tahun menggeluti seni teatrikal ini pun mengatakan, bahwa informasi terkait pertengkaran antara perwira Jepang Nishimura dengan Soekarno belum banyak yang tau. "Ide awal cerita teater ini bermula ketika saya riset terkait Soekarno. Dan saya mendapatkan hal yang menarik, yaitu pertengkarang antara Soekarno dan Perwira Jepang Nishimura yang belum banyak diketahui orang lain," papar Wawan.

Alasan lain dalam cerita tersebut, tersirat makna bahwa semua pidato-pidato moral Soekarno dari buah pikirnya merupakan cerminan Bangsa Indonesia. "Iya, pemikiran Soekarno itu nyata. Bisa dilihat saat ini bagaimana kondisi bangsa ini. Soekarno tidak pernah mati. Yang mati hanya raganya saja. Dan tugas teater itu mengingatkan akan kondisi dari suatu kejadian," terangnya.

Ketika memainkan peran sebagai Soekarno, ada perasaan yang berbeda. secara emosional Wawan merasakan kesedihan, kegundahan serta rasa marah yang pernah menghinggapi Presiden Pertama Indonesia. "Saya akui sulitnya berperan menjadi Soekarno. Banyak lika-liku dan perasaan yang bergejolak," ungkap Wawan sembari tersenyum.

Sementara itu Wawan Sofwan memiliki harapan akan keberlangsungan Monolog Bung Karno ini dapat mengedukasi generasi bangsa. Rencananya Wawan Sofwan akan menciptakan monolog-monolog berikutnya dengan imajinasi yang berbeda. "Saya sih tertarik untuk mengembangkan monolog ini dan monolog-monolog lainnya dengan imajinasi yang berbeda. Yang jelas bisa mengedukasi," katanya lagi. 


Reporter: RAS

Editor: Nur Hidayat

Riana Astuti
15-08-2017 11:42