Main Menu

Unik, 208 Perupa Melukis di Saklar Lampu

Rosyid
15-08-2017 19:06

Lukisan Saklar (GATRAnews/Arief Koes/HR02)



-  Sebanyak 208 seniman dari 31 negara ditantang menjadikan saklar lampu berukuran 5x7 centimeter sebagai kanvas untuk melukis. Hasilnya, pameran yang bertajuk ‘International Artswitch Exhibition’ ini mendapat pengakuan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk penggunaan saklar sebagai media lukis pertama di Indonesia.

Pengagas dan koordinator pameran Hadi Soesanto menceritakan ide melukis di saklar lampu ini bermula dari obrolan iseng dua sahabat SMA yang tidak bersua selama 29 tahun.

“Sahabat saya, Indra Gunawan, saat itu menjabat sebagai Project Divition of Australindo Graha Nusa yang memproduksi saklar listrik bermerek BOSS. Dari sini saya mendapat ide bagaimana jika saklar dijadikan media melukis dan ternyata mendapat dukungan penuh,” jelas Hadi saat jumpa pers di Jogja Gallery, Kota Yogyakarta,  Selasa (15/8).

Selama lebih dari tiga bulan, Hadi menghubungi para seniman dari 31 negara. Akhirnya, ada 105 seniman Indonesia dan 103 perupa dari luar negeri seperti Jepang, Australia, Canada, China, Mesir, Belanda, Amerika Serikat, Turki ikut serta. Karya mereka dipamerkan di Jogja Gallery, 18 – 27 Agustus.

Hadi menuturkan, dalam prosesnya ternyata cara perupa merespon sebuah saklar berwarna putih begitu beragam. Dengan tantangan untuk berekspresi di bidang kecil, beberapa seniman bahkan mampu menjadikan saklar lampu sebagai karya seni dua dimensi yang menarik dengan menambahkan beberapa elemen seperti benang, kain, kayu, bulu, dan polyster resin.

“Di pameran ini, kebanyakan karya yang dipajang didominasi penggunakan saklar sebagai kanvas lukis berbahan cat akrilik. Saklar menciptakan kesulitan tersendiri karena perupa ditantang untuk menunjukkan detail lukisan yang menjadi kekuatan karya,” lanjut Hadi.

Pemanfaatan saklar sebagai media lukis membuat Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menganugerahkan ‘International Artswitch Exhibition’ sebagai pameran lukisan pertama dengan media saklar di Indonesia.

Sebagai pihak sponsor, Marketing Manager PT Australindo Graha Nusa Christiant Kesaulya mengatakan pihaknya mendukung  kreativitas seniman. "Dukungan yang diberikan bukan hanya sekadar pengakuan terhadap karya seni. Namun bagaimana industri ini mampu mendorong karya seni rupa dalam produk-produknya,” kata Christiant.

Untuk itu, dari ajang ini, Christiant menyebut timnya menghasilkan inovasi berupa produk saklar bergambar atau memiliki motif cetakan secara digital sehingga menambah estetika. Antara lain saklar dengan motif batik dan gambar ikon Yogyakarta.

Meski proyek rintisan, Christiant yakin saklar bermotif ini akan diterima pasar di Indonesia terutama di daerah yang memiliki ikon khas yang bisa disematkan di saklar.

“Dengan motif khusus dan khas ini, kami kemungkinan membandrol harga saklar sekitar dua sampai tiga kali lipat,” pungkas Christiant.


Reporter: Arif Koes Hernawan

Editor: Rosyid

Rosyid
15-08-2017 19:06