Main Menu

Tarian 1000 Hanoman dan Pesan Damai dari Kendalisada Art Festival 2017  

Rosyid
25-09-2017 08:51

1000 orang berkostum kera putih tampil massal dalam Tari Rampak Hanoman di Kendalisada Art Festival. (Foto: GATRA/Ridlo Susanto/AK9).

Banyumas, GATRAnews –  Sebanyak 1.000 penari  dengan kostum kera putih berjajar sepanjang jalan Lapangan Garuda ke Bukit Hanoman di komplek Bumi Perkemahan Kendalisada Desa Kaliori Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas, dalam Kendalisada Art Festival 2017, Minggu (24/9). Serentak, mereka menari dengan gerakan-gerakan melambangkan kesederhanaan dan kerukunan antar umat manusia. Seribuan kera putih lantas beriringan menuju Bukit Hanoman, yang dipercaya sebagai tempat pertapaan tokoh legendaris pewayangan, Hanoman.

 

Resi Aji Susilo, koreografer Tari Rampak Hanoman menerangkan tarian itu memang menonjolkan pada gerakan yang sederhana sebagai perlambang warga desa yang lugu dan mengedepankan kerukunan. Namun, dalam tarian massal itu, terdapat pula gerakan ritmis nan cepat yang menggambarkan keuletan warga desa, dan melambangkan budaya gotong royong dan saling tolong menolong.

 

"Tari ini memang secara khusus saya kreasikan untuk Kendalisada Art Festival. Di Tari Rampak Hanoman, saya ingin menyampaikan sifat lugu dan kerukunan warga desa,” jelas Resi, Minggu (24/9).

 

Resi mengaku mempersiapkan tari Rampak Hanoman dalam waktu yang sempit, hanya satu bulan. Dalam sebulan itu, dia harus membuat ratusan orang menari secara kompak. Untuk itu, ia pun melatih kekompakan tarian kepada 20 warga Kaliori yang kebanyakan masih berstatus pelajar. Baru setelah itu, tarian ini dilatihkan ke ratusan peserta lainnya.

 

Dalam susunan penari, Resi menyebut lebih dari 565 orang berasal dari utusan 113 Rukun Tetangga (RT) yang ada di Desa Kaliori. Adapun sisanya, berasal dari pelajar sekolah, instansi pemerintahan, hingga perusahaan swasta. “Antusiasme warga Kaliori menggelar gelaran seni ini sangat besar, bisa dilihat dari berbondon-bondongnya warga menyanggupi ajakan festival kostum dan koreografi seribu hanoman,” ujarnya.

 

Sementara, Ketua Panitia Kendalisada Art Festival, Syarif Susanto menjelaskan, Bukit Kendalisada dipercaya warga setempat sebagai tempat pertapaan Hanoman. Ia mengatakan kera putih Hanoman adalah simbol tentang makhluk yang meski buruk rupa namun mulia hatinya. Kegiatan ini ditujukan untuk menyampaikan nilai-nilai budaya lewat pemaknaan karakter tokoh Hanoman yang perilakunya dapat dijadikan tunjuk ajar pada banyak orang hari ini.

 

"Kami berharap festival ini bisa jadi bagian wisata budaya di Kendalisada tiap tahunnya,” kata Syarif.

 

Syarif mengemukakan, selain pertunjukan seni, Kendalisada Art festival juga diramaikan dengan pameran produk khas Desa Kaliori dan desa-desa sekitarnya. Beberapa yang menjadi favorit kunjungan adalah stand payung kertas Desa Kalibagor. Stand ini ramai dikunjungi lantaran popularitas payung kertanya yang telah mendunia.


 

 

Reporter: Ridlo Susanto

Editor: Rosyid

Rosyid
25-09-2017 08:51