Main Menu

Djarum Foundation Gelar Indonesia Menari di Tiga Kota

Mukhlison Sri Widodo
07-11-2017 10:56

Indonesia menari (djarumfoundation.org/yus4)

Jakarta, Gatra.com – Bakti Budaya Djarum Foundation kembali menggelar Indonesia Menari pada tanggal 19 November 2017. Tahun ini, Indonesia Menari akan dilaksanakan secara serentak di tiga kota Indonesia. Selain itu, pihak Djarum Foundation juga menggandeng sejumlah ikon tanah air untuk bersama-sama melestarikan budaya Indonesia.

 

Penyelenggaran ke enam persembahan Bakti Budaya Djarum Foundation akan dilaksanakan di tiga kota. Sebelumnya acara kebudayaan ini, hanya dilakukan di kota Jakarta saja tepatnya di Mall Grand Indonesia.

“Secara kapasitas juga tidak bisa lebih dari 1500 peserta karena semakin banyak tenant di Grand Indonesia  jadi semakin ramai,” ujar Renitasari Adrian selaku Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Indonesia Menari di tiga kota ini akan dilaksanakan serentak pada 19 November 2017 pukul 13.00. Tiga kota ini, yaitu Grand Indonesia, Jakarta, The Park Mall Solo, dan Mall 23 Paskal Bandung. Pendaftaran untuk dapat mengikuti acara ini sudah dibuka sejak 16 Oktober 2017.

Persembahan kebudayaan ini akan diwujudkan dalam bentuk tarian koreografi massal, yang tariannya sudah ditentukan oleh koreografer Indonesia Menari 2017, yaitu Rosmala Dewi Sari.

“Ada enam unsur tradisional dalam tarian ini, yaitu berasal dari Aceh, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan  Maluku,” ujar Rosmala.

Tarian yang berdurasi kurang lebih selama lima menit ini, juga dikreasikan dengan tarian modern hiphop. Tarian ini menggabungkan lagu-lagu daerah seperti Bungong Jeumpa, Cik Cik Periuk, Cingcangkeling, Rasa Sayange, Si Patokaan, dan Gemu Fa Mi Re.

“Kita memang mengganti lagu setiap dua tahun sekali, dan tentunya kita memilih karena lagunya Indonesia menari jadi kita memilih untuk ada yang mewakili dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan dan bagian Timur,” ujar Renitasari.

Untuk mempublikasikan Tarian Indonesia Menari 2017 kepada peserta yang akan mengikuti acara ini, pihak bakti budaya Djarum Foundation menggunggah tutorial tersebut ke Youtube dengan judul “Tutorial Indonesia Menari 2017”.

Menurut Yuki Kato yang menjadi salah satu ikon Indonesia Menari 2017 mengatakan ini adalah suatu tantangan untuknya dalam menarikan tarian tradisional.

“Untuk menari didepan banyak orang agak deg-degan, tapi tetap ini adalah suatu pengalaman dan suatu tantangan yang aku ngerasa akan sangat amat disayangkan untuk dilewatin, jadi ngerasa ini adalah suatu tantangan” ujar Yuki.

Hal senada juga disampaikan Rangga Moela yang terbiasa dengan tarian hiphop. “Sesuatu hal yang baru buat saya, biasanyakan menari modern hiphop sekarang menari tradisional jadi kenapa ketika hiphop bisa tidak mencoba yang tradisional budaya Indonesia sendiri” ujar Rangga saat ditemui pada press conference Indonesia Menari 2017 di Jakarta Senin, 06/11. 

Selain itu, para ikon penari ini, akan ditempatkan di tiga kota tersebut, yaitu Marcell Darwin, Yuki Kato, dan Fero Wakandouw akan menari di Jakarta, Ayu Shita dan Rangga Moela di Solo, serta Citra Kirana dan Moergan Oey di Bandung.


Reporter : P.A

Editor : Mukhlison 

Mukhlison Sri Widodo
07-11-2017 10:56