Main Menu

Padepokan Seni Bagong Kussudiarja Gelar Pertunjukkan Lintas Disiplin

Hidayat Adhiningrat P.
11-11-2017 09:13

Pertunjukan Kolaborasi " Sampai Hari Ini' di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta. (Dok. Image Dynamics/FT02)

Jakarta, Gatra.com- Enam seniman dengan latar belakang disiplin seni yang berbeda, ditantang untuk bersama-sama mewujudkan pertunjukkan kolaborasi lintas disiplin. Pertunjukan yang dihelat Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) dan  didukung oleh Program Bakti Budaya Djarum Foundation, ini diberi tajuk " Sampai Hari Ini' dan digelar di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (10/11)

Keenam seniman tersebut yaitu Ahmad Abdushomad dari dunia Teater, Andrik Musfalri (Seni Rupa), Endang Setyaningshi (Tari), Galuh Tulus Utama (Teater & Performance Art), Hangga Uka Hattameazza Nasqhimenta A.P (Tari), dan Rafika Dian Anggraini (Seni Rupa).

Mereka merupakan para  seniman yang telah mengikuti Program Seniman Pasca – terampil (SPt). yaitu Program beasiswa yang diperuntukan bagi para seniman muda Indonesia yang memiliki keinginan untuk mengembangkan potensi seni mereka di ruang belajar dan ruang berkarya PSBK. Program ini berlangsung selama 9 bulan, mulai dari bulan Februari hingga November 2017 di PSBK, Bantul, Yogyakarta. “Pertunjukan ini secara khusus ditafsir dan disusun ulang untuk dihadirkan di Galeri Indonesia Kaya,” ujar Jeannie Park, Direktur Eksekutif Yayasan Bagong Kussudiardja.

Pertunjukan "Sampai Hari Ini" merupakan hasil proses penciptaan pertunjukan interdisiplin Seniman Pasca – terampil PSBK yang ketiga di tahun 2017. Dengan mengambil inspirasi dari bagian pertama Kitab Omong Kosong (Persembahan Kuda) karya Seno Gumira Ajidarma, “Sampai Hari Ini” , menurut penyelenggara, ingin menghadirkan spirit kritis untuk menguji kembali nilai dan berbagai pemahaman tentang kepercayaan, kebenaran, empati, dan cara manusia memaknainya.


Memanfaatkan cerita perjalanan hidup Rama dan Shinta yang justru tidak menemukan kebahagiaan setelah mengalahkan Rahwana karena membangun hubungan di atas pondasi kepercayaan yang rapuh, setiap seniman kemudian mengolahnya sebagai medium refleksi atas praktik keseharian manusia saat ini.

Program SPt sendiri  dirancang untuk mengembangkan berbagai keterampilan diri seniman secara mandiri dan mendalam, dengan menggabungkan pembelajaran nilai keterampilan seni hidup, kegiatan praktik penciptaan, dan presentasi seni dalam pengalaman nyata di lapangan seni PSBK.

Program belajar ini fokus pada hal-hal terkait penguatan nilai kolaborasi dan penajaman nilai kreativitas seni melalui ruang belajar dan ruang berkarya PSBK, di ruang pertunjukan Jagongan Wagen dan ruang pameran Ruang Seni Rupa PSBK yang menekankan pada keterbukaan, kerja sama dengan seniman dari berbagai disiplin seni, serta kesediaan diri untuk menerima kuratorial seni PSBK.



Reporter: Hidayat Adhiningrat P

Editor: Hendri Firzani

 

Hidayat Adhiningrat P.
11-11-2017 09:13