Main Menu

Regenerasi di Panggung Little Prince

Flora Librayanti BR K
09-12-2017 12:03

Pertunjukan ballet The Little Prince di Teater Besar Jakarta, TIM. (GATRA/Flora Barus/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Rumah Karya Sjuman mengadaptasi novel laris The Little Prince karya penulis Prancis, Antoine Saint Exupery dalam sebuah pertunjukan ballet. Sutradara sekaligus penata musik Little Prince ini, Aksan Sjuman menekankan pada unsur regenerasi diantara para penari. Tak heran, hanya ada sepuluh persen penari senior yang akan tampil disini. Sisanya yang 90 persen adalah penarik anak-anak dan remaja. Bahkan, aktor utama yang menjadi sang pangeran kecil termasuk yang paling muda dan masih berusia 10 tahun.

 

“Bagaimana para pelaku seni berkembang dan melakukan regenerasi merupakan bagian mendasar dari seni itu senidri. Tujuannya agar terjalin sinergi yang baik dan berkesinambungan,” ujar Aksan dalam konferensi pers di Teater Besar Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada Jumat, 8 Desember 2017.

 

Pangeran kecil ditarikan oleh siswa kelas 5 Sekolah Dasar Al Azhar, Marco Eldiardo. Ia mengaku sebelumnya belum pernah membaca buku ini. Baru ketika diminta berperan menjadi little prince barulah ia membacanya. “Saya memang paling suka tokoh little prince,” katanya tersenyum.

 

Penata tari Sekararum Nirmala mengatakan bahwa proses koreografi untuk pertunjukan ini memiliki tantangan tersendiri. Bagaimana mendeskripsikan kisah yang sangat terkenal ini dalam gerak tari tentu membutuhkan pemahaman menyeluruh tentang kisahnya. “Kita mulai dengan baca script yang diberikan Aksan. Lalu menonton filmnya dan baca bukunya. Kita terima dulu musiknya baru bisa mengkreasikan tarinya,” kata Sekar.

 

Sekar menyusun koreografi berdua dengan Arya Yudistira Sjuman. Sementara Aksan menata musik bersama dengan Mery Kasiman. Sementara itu yang bertanggung jawab sebagai pengaba (conductor) adalah Gabriel Laufer.


 

 

Editor : Flora L.Y. Barus

Flora Librayanti BR K
09-12-2017 12:03