Main Menu

Melihat Perilaku Koruptor dari Romantisme dan Kegilaan Agus Noor

Hidayat Adhiningrat P.
11-02-2018 09:58

Butet Kertaradjasa dalam Pertunjukan “Romantisme & Kegilaan Agus Noor” di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia. (Dok. Djarum Bakti Budaya Foundation/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Cuplikan berita-berita televisi mengenai kasus korupsi di Indonesia ditampilkan di panggung. Mulai dari berita penetapan mantan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka, hingga demo mahasiswa yang menuntut penuntasan kasus korupsi.



Tayangan itu menjadi adegan pembuka pentas 'Romantisme & Kegilaan Agus Noor' di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (10/2). Tak lama, seekor anjing naik ke atas pentas hingga akhirnya menabrak tiang listrik. Penonton pun tertawa, seolah teringat pada kasus korupsi yang terjadi belum lama ini.

Anjing itu kemudian duduk termenung di atas batu. Aktris Sha Ine Febriyanti kemudian naik ke atas panggung dan membacakan sebuah puisi.

Setelahnya, giliran Butet Kertaradjasa naik ke atas pentas membacakan cerpen karya Agus Noor berjudul 'Saksi Mata'. Gelak tawa kembali pecah saat kejadian-kejadian yang seolah mirip dengan beberapa kasus yang terjadi belakangan dilontarkan oleh Butet.

Selain Butet dan Ine, pentas ini juga dimeriahkan penampilan putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid: Inayah Wahid yang membacakan cerpen serta Sujdiwo Tedjo yang membacakan puisi.

Sebagai selingan, Akbar dan Tatok hadir menghibur dengan banyolan-banyolan yang dilagukan. Selama hampir dua jam, pementasan ini mencoba memberikan gambaran sekaligus refleksi atas perilaku-perilaku manusia yang melakukan tindakan-tindakan korupsi.

Suasana kegilaan dan keganjilan, di atas pentas, dibalut dengan kelucuan penuh satir. "Saya berharap pertunjukan hari ini mampu memberikan cara pandang baru bagi penonton dalam memandang koruptor dengan kisah-kisah perilaku mereka yang ganjil dan penuh dengan kelucuan yang menggetarkan akal sehat yang menyaksikan," kata Agus Noor.

Pentas ini diangkat dari buku kumpulan cerpen berjudul “Lelucon Para Koruptor” karya Agus Noor. Buku yang dirilis tahun lalu itu memang menggambarkan kisah-kisah gila dan ganjil dari perilaku para koruptor.

Menutup pementasan, Agus Noor naik ke atas panggung untuk membaca puisi bersama Vika Aditya diiringi permainan gitar Bagustian Iskandar.




Reporter: Hidayat Adhiningrat P
Editor : Flora L.Y. Barus

Hidayat Adhiningrat P.
11-02-2018 09:58