Main Menu

Dwi Rupa Bumi, Kolaborasi Seni Nasirun- Trie Utami

Mukhlison Sri Widodo
19-03-2018 10:36

Pameran seni rupa bersama bertajuk ‘Dwi Rupa Bumi’.(GATRA/Arif Koes/re1)

Yogyakarta, Gatra.com - Dua seniman Indonesia berbeda bidang, menggelar pameran seni rupa bersama. Dalam pameran bertajuk ‘Dwi Rupa Bumi’, penyanyi Trie Utami dan perupa Nasirun mempersembahkan karya-karya rupa bertema alam.

Ada 42 karya seni kedua seniman itu dipamerkan di Jogja Gallery, Kota Yogyakarta, 18-31 Maret. Trie Utami menyuguhkan 29 lukisan dan dua sketsa karyanya.

Adapun Nasirun memboyong dua lukisan di atas kanvas, sembilan lukisan dengan media alat musik terutama gitar, 28 lukisan dalam bentuk wayang, dan satu karya instalasi.

“Ide mempertemukan mereka berdua sudah sejak 2015. Namun kami kesulitan mempertemukan mereka. Enam bulan terakhir baru terealisasi ide itu,” kata penggagas pameran ini, KMRT Indro Kimpling Suseno, saat pembukaan pameran, Minggu (18/3) malam.

Indro menjelaskan, selama enam bulan kedua seniman melakukan proses produksi secara terpisah. 

Meski tema berkarya dibebaskan, Indro melihat Trie dan Nasirun memiliki hubungan kuat   untuk berangkat berkarya dari tema musik dan alam.

Menurut Indro, karya-karya di pameran Dwi Rupa Bumi ini lahir karena mereka diberi kebebasan menyalurkan hasrat seni dan menghasilkan inspirasi sederhana namun bernilai tinggi.

Trie Utami mengatakan ada tekanan besar ketika ditantang menciptakan karya seni rupa. 

Menurut dia, lebih baik bernyanyi di hadapan seribu penonton daripada melukis dan memamerkan karyanya.

“Tapi ketika mendapat keyakinan ini patut dicoba, maka inilah hasilnya. Hampir semua karya saya mencerminkan perasaan terdalam,” ujar vokalis grup musik Krakatau ini.

Trie mengatakan dari semua karya di pameran ini hanya satu yang berhubungan dengan musik, yakni lukisan berjudul ‘Senyawa’. 

Judul karya ini diambil dari lagu Krakatau yang menceritakan bersatunya manusia dan alam.

Nasirun menilai karya-karya Trie Utami punya sensitivitas dalam mengangkat rasa dan warna.

“Meski pencampuran warna tidak sesuai dengan teori akademik, karya Trie menampilkan nilai-nilai spritual yang kuat. Ini keren,” katanya.

Trie dan Nasirun berharap setelah pameran bersama ini ada proses komunikasi yang kuat antara mereka untuk menghasilkan karya selanjutnya.


Reporter : Arif Koes

Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
19-03-2018 10:36