Main Menu

Palembang Fashion Week Hadirkan Kreasi Kain Tradisional

Iwan Sutiawan
30-03-2018 20:40

Kreasi rancangan pada Fashion Week di Palembang, Sumatera Selatan.(GATRA/Tasmalinda/re1)

Palembang, Gatra.com - Sebanyak 30 perancang (designer) akan menampilkan hasil kreasi rancangannya pada Fashion Week yang digelar selama lima hari di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Di tahun kelima perhelatannya, akan menghadirkan kreasi kain etnik dan tradisional dari Sumsel.

Siung-siung, salah seorang perancang, mengatakan, tema yang diangkat kali ini lebih internasional yakni kolaborasi kreasi fashion di Asia. Hal ini menjadi pilihan karena Kota Palembang menjadi tuan rumah Asian Games XVIII. Banyak perancang yang berusaha mengawinkan kreasi kain tradisional Palembang agar lebih bergaya modern.

"Palembang Fashion Week 2018, United of Diversity of Asia berusaha mengangkat ketenaran kain-kain tradisional Palembang, seperti jumputan dan lainnya bergaya modern," ungkapnya, Kamis (29/3).

Betepatan dengan Asian Games 2018, perancang Palembang ini mengaku memiliki hasil rancangan yang terinspirasi moment perhelatan olahraga internasional tersebut, salah satunya menampilkan kain-kain yang dilipat seperti halnya pakaian khusus olahraga wusu.

Menurut Siung-siung, tampilan kreasi tersebut akan dikenalkan dengan dasar kain tradisional jumputan yang dibentuk menjadi pakaian bergaya lebih santai. "Pengaruh moment olahraga ada, misalya beberapa kreasi dinuansakan lebih sporty," ujarnya.

Senada dengan Siung-siung, perancang lainnya, Adis Karim juta akan menampilkan rancangan yang memandukan kreasi kain tradisional, terutama jumputan yang dibuat dengan memanfaatkan getah gambir.

Hasil kreasi inipun dikenalkan sebagai produk unggulan daerah pada perhelatan Asian Games mendatang. Kreasi-kreasi jumputan dengan memanfaatkan getah alami ini dapat ditemukan pada produk pakaian seperti halnya jaket dan kaus yang bisa dipakai oleh semua usia.

"Teknik kain jumputannya ada yang langsung pada bahan kaus dan jaket, namun ada juga pada bahan kain. Produk ready to wear ini dikenalkan melalui pola jumputan yang lebih modern, seperti pola bulat telur, garis-garis horizontal dan titik tujuh. Proses pembuatannya sangat alami," ungkapnya.

Untuk produk yang dihasilkan, dijual mulai dari harga Rp 70.000 hingga Rp 500.000, tergantung pada jenis bahan dan produk yang dihasilkan. Asian Games 2018 menjadi kesempatan bagi perancang lokal untuk semakin berlomba mengenalkan produk kreasinya.

Selain kaus dan jaket, nantinya akan dikenalkan payung dan beragam suvenir Asian Games. "Designer Palembang sangat berkeinginan menyukseskan dengan mengangkat potensi lokal," ungkapnya.

Penggunaan warna alami juga dikenalkan perancang Ratu Anita Soviah pada fashion week kali ini. Dengan branding butik lentera, Anita mengenalkan wastra Palembang sebagai kombinasi jumputan dan songket menggunakan pewarna alami dari serabut kelapa, daun mangga, kunyit putih, jengkol, daun jati, rumput, dan daun sirih. Penggunaannya dicampur menggunakan gambir, tawas, kapur, dan soda menghasilkan warna-warna pastel dengan kesan klasik alami.

"Dengan 15 koleksi, mulai dari blazer, outer dan gaun, akan dikenalkan koleksi busana yang lebih fashionable dan etnik bercampur glamor, namun ramah lingkungan," kata Anita.


Reporter: Tasmalinda
Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
30-03-2018 20:40