Main Menu

Komik Wayang Antarkan Seniman ini ke Eropa

Mukhlison Sri Widodo
13-04-2018 19:59

Pameran Apri Kusbiantoro di Jogja.(GATRA/Arif Koes/re1)

Yogyakarta, Gatra.com - Tokoh-tokoh wayang dan legenda hadir dalam gambar komik karya Apri Kusbiantoro yang detail, dengan warna menarik, dan beberapa berkesan futuristik. 

 

Karya-karya ini mengantarkan komikus  tersebut populer di Eropa dan tengah menjalani tur promosi karyanya di tiga negara di Benua Biru tersebut.

Belasan gambar komik karya Apri tengah dipamerkan di Hotel Artotel, Depok, Sleman, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, sepanjang Maret- April ini dalam pameran bertajuk "Jejak Komik Apri Kusbiantoro (2011-2018): A Solo Exhibition".

Di pameran ini, ada gambar Jatayu, Rahwana, Kresna, Guru Durna,Dewa Ruci, hingga Si Buta dari Goa Hantu. Apri juga memajang poster film buatannya, Sekala Niskala. 

Sebagian besar gambar-gambar di pameran diambil dari seri karyanya seperti Lemuria dan Mahabarata terbitan Gatra Pustaka.

"Karya-karya itu saya pilih berdasarkan yang terbaik dari rentang waktu saya berkarya di bidang komik secara profesional dan serius sejak tahun 2011-2018," kata komikus Yogyakarta, kelahiran Selong, Lombok, 21 April 1976 ini saat dihubungi GATRA, Jumat (13/4).

Menurut Apri, karya-karyanya sangat personal. Dan ini merupakan refleksi dari kenangan masa kevin. Seperti banyak bocah kecil pada umumnya, ia mengaku senang dengan sesuatu yang berhubungan dengan cerita.  

“Orang tua saya hampir tiap malam mendongeng untuk saya menjelang waktu tidur. Kegemaran saya terhadap cerita terus mengiringi saya seiring bertambah umur. Hingga saya mengenal media komik!" tutur dia.

Dari pameran ini, Apri mengenang kembali persentuhannya dengan komik. Ia mengaku sudah mencoba membuat komik sendiri ketika duduk di bangku sekolah dasar. 

“Usai nonton film kartun di televisi atau di bioskop menonton film-film silat, saya sering berusaha membuat ulang adegan-adegan yang saya inget ke dalam bentuk komik. Namun tentu saja komik dalam bentuk standar anak SD pada masa itu," ujar seniman berlatar studi desain komunikasi visual lalu sempat terjun di dunia animasi tersebut.

Aprik menyebut, ia mulai membuat komik secara profesional sejak 2011. Meskipun tahun-tahun sebelumnya, yaitu semasa kuliah di Insitut Seni Indonesia, Yogyakarta, ia sudah membuat komik untuk lomba. 

"Maka itu pameran ini lebih bercerita tentang masa di mana saya mulai membuat komik sebagai profesional. Karya-karya yang terpasang adalah highlights selama saya terjun di dunia komik, baik nasional maupun internasional," ujar dia.

Saat dihubungi GATRA, Apri tengah berada di Jerman. Sepanjang 31 Maret sampe 18 April ini ia mempromosikan komik terbarunya serial "Saul: The Living Cloak" di tiga negara yakni Belanda, Belgia, dan Jerman.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
13-04-2018 19:59