Main Menu

Tanah Lot Art and Culture Weekend Ditargetkan Sedot 48 Ribu Pengunjung

didi
21-04-2018 11:07

Tanah Lot Art and Culture Weekend. (Dok. Pemkab Tabanan/FT02)

Jakarta, gatra.com - Tanah Lot Art Culture Wekend 2018 yang merupakan perpaduan penampilan seni budaya tradisional Bali dengan modern yang dibalut dengan seni visual resmi dibuka oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti.

Dalam sambutannya Bupati Eka menargetkan dalam waktu tiga hari, pengunjung Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot bisa mencapai angka 48 ribu orang, terbukti pada saat pembukaan saja ribuan pengunjung baik domestik maupun luar negeri beramai-ramai memadati tempat acara.

“Dengan adanya event seperti ini, kita bisa melihat Tanah lot dari sisi dimensi yang berbeda, artinya kita boleh ngomong budaya dan seni tapi bagaimana kita bisa menciptakan seni yang zaman now,” ujar Bupati Eka dalam keterangan yang diterima, Sabtu (21/4).

Pada pembukaan tersebut, turut dihadiri pula oleh Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Ketua DPRD Tabanan I Ketut Boping Suryadi, dan seluruh pejabat pemerintah Kabupaten Tabanan.

Setelah membuka acara, Bupati Eka pun langsung melihat berbagai karya Glow In The Dark, Light Garden Show, Holo Fauna, Cosmic Three, Fog Machine, Outline Tree dan Video Mapping yang ditampilkan pada pura dan pantai Batu bolong. Selain itu, Bupati Eka juga di sambut dengan meriah oleh seluruh pengunjung yang hadir, banyak yang menghampirinya untuk berselfie.

“Biasa nya Tanah Lot setelah sunset pada bubar, tapi hari ini semua pada betah, banyak sekali tamu baik domestik maupun luar negeri, mudah-mudahan semuanya senang mengikuti acara sampai malam dan diharapkan besok juga hadir kesini karena acara 3 hari berturut turut,” kata Eka.

Sementara Itu, Manager operasional DTW Tanah Lot Toya Adnyana mengatakan bahwa event tersebut digelar selama 3 hari dari tanggal 20 sampai 22 April 2018, dengan berbagai macam penampilan tradisional seperti Beleganjur, Barong Bangkung, Tari Sandat Serasi, Tari Kecak, Joged bumbung dll. Yang dipadukan dengan seni modern seperti Glow In The Dark, Light Garden Show, Holo Fauna, Cosmic Three, Fog Machine, Outline Tree dan Video Mapping.

“Ini merupakan terobosan baru dari manajemen Tanah Lot, kita mencoba mengemas acara ini dengan konsep harmonisasi seni tradisi Bali dengan visual modern seperti multimedia, lighting dan audio. semoga para wisatawan yang berkunjung ke tanah Lot suka dan terhibur,” jelas Toya.


Reporter : Didi Kurniawan

editor : Bernadetta Febriana

didi
21-04-2018 11:07