Main Menu

Seni Pertunjukan ISI Jogja Terbaik se-Asia

Mukhlison S Widodo
09-08-2018 05:51

Rektor ISI Yogyakarta, M Agus Burhan.(GATRA/ARif Koes/re1)

Yogyakarta, Gatra.com - Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta berada di posisi ke-17 untuk Performing Art Subject dalam survei Quacquarelli Symonds World University Rankings 2018.

  

Peringkat ini menjadikan ISI Yogyakarta sebagai kampus dengan peringkat tertinggi di Asia untuk bidang seni pertunjukan.

Rektor ISI Yogyakarta M Agus Burhan mengatakan penghargaan ini hasil kerja keras kolektif dari seluruh civitas academica.

“Jadi bukan hanya tata kelola aja. Tapi juga menyangkut faktor sumber daya manusia yang didasarkan pada kualifikasi dan jumlah dosen. Banyak pengajar kami yang sudah purna pendidikan maupun guru besar,” kata Agus dalam jumpa pers di Rektorat ISI Yogyakarta, di Bantul, Rabu (8/8).

Dalam survei lembaga yang sama tahun lalu ISI Yogyakarta menempati posisi ke-24. ISI Yogyakarta satu-satunya dari tujuh kampus seni Indonesia yang mampu menembus 100 besar dalam survei ini.

Dirilis pada 7 Juni lalu, Quacquarelli Symonds World University Rankings 2018 melakukan survei terhadap 1.000 perguruan tinggi dari 85 negara. 

Ada enam kriteria yang menjadi penilaian yaitu reputasi akademik, reputasi pegawai, rasio fakultas/mahasiswa, kutipan per fakultas, rasio fakultas internasional, dan rasio mahasiswa internasional.

“Bersamaan kenaikan peringkat ini, tahun ini ISI Yogyakarta terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Keduanya menjadi hadiah 34 tahun ISI Yogyakarta,” kata Agus.

Dengan akreditasi A ini, ISI Yogyakarta bisa melakukan akreditasi internal untuk fakultas dan tinggal meminta persetujuan BAN-PT. 

Saat ini baru tujuh prodi yang sudah terakreditasi A, yaitu Seni Tari, Seni Musik, Seni Rupa Murni, Kriya Seni, Desain Interiorm, Desain Komunikasi Visual, dan Tata Kelola Seni.

Untuk mempertahankan pengakuan dunia ini, ISI Yogyakarta akan mendorong penelitian dan penulisan jurnal kebudayaan internasional. 

Tidak hanya itu, bekerja sama dengan 10 kedutaan besar Indonesia, ISI Yogyakarta mengirim 10 mahasiswa untuk mempromosikan kebudayaan.

Untuk penerimaan mahasiswa tahun ini, Pembantu Rektor I ISI Yogyakarta I Wayan Dana menyatakan ada 1.251 mahasiswa baru dari 10.500 pendaftar.

Tahun ini, ada tiga seleksi penerimaan mahasiswa baru di ISI Yogyakarta, yaitu melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dengan kuota 30 persen. 

Kemudian Seleksi Bersama Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBNMPTN) 40 persen dan jalur mandiri dengan kuota 30 persen.

“Dalam SBMPTN dan seleksi mandiri, kami menerapkan uji kompetensi sesuai jurusan yang diincar calon mahasiswa,” pungkasnya.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison S Widodo
09-08-2018 05:51