Main Menu

Orkestra Ocas Spanyol Dapat Sambutan Meriah Penonton di TIM

Arif Prasetyo
21-08-2018 15:17

Orquesta de Cámara de Siero (OCAS), Spanyol (ist/FT02)

Artikel Terkait

Jakarta, Gatra.com - Konser musik Orquesta de Camara de Siero (Ocas) atau Siero Chamber Orchestra dari Spanyol yang berkolaborasi dengan Riau Rhythm Chambers mendapat sambutan yang meriah dari penonton di Taman Ismail Marzuki Jakarta, Senin (20/8) malam.


Beberapa penonton yang hadir dari keduataan besar Spanyol, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mantan dubes Indonesia di Spanyol dan penggemar musik orkresta di Tanah Air.

Konser ini merupakan pamungkas, yang sebelumnya mereka telah menggelar konser di Ambon, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Sigi dan Kota Palu, di Sulawesi Tengah, serta Kota Pekanbaru di Riau. Mereka melakukan kolaborasi dengan musisi lokal di masing-masing daerah tersebut.

Gelaran konser yang diinisiasi Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Vinculos ini dalam rangka mempererat kerjasama kebudayaan antara Indonesia-Spanyol yang menginjak usia 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Orkresta Ocas membawakan lagu asal Ambon Ayo Mama sempat mendapat aplaus dari penonton. Begitu juga lagu-lagu hit yang terkenal di Spanyol. Penonton begitu hanyut dan ikut bersorak bertepuk tangan dengan pertunjukan tarian Flamingo, beserta iringan gitar.

Ocas juga membawakan lagu yang bertemakan jazz karena salah satu komposernya beraliran jazz sering melakukan kolaborasi. Mereka sepertinya ingin membawa lagu mereka. Selain itu terselip lagu beraliran Islami dan alat musik fluitenya.

Konser penutup Vinculos Untuk Indonesia 2018 membawakan sejumlah lagu hasil kerjasama selama kelompok orkestra Ocas melawat di Indonesia. Dari Maluku ada tiga lagu: Goro-gorone, Ayo Mama dan Huhate. Sementara dari Sulawesi Tengah ada dua komposisi: Sampesuvu Road dan Posisani.

Orkestra Ocas juga membawakan dua lagu berlatar budaya Melayu Riau yang merupakan gubahan dari Riau Rhythm Chambers berjudul Satelite of Zapin dan Sound of Suvarnadvipa.

Pemimpin Riau Rhythm Chambers, Rino Dezapaty mengatakan, komposisi Satelite of Zapin ditulis tahun 2003 berkisah tentang musik zapin Melayu yang tumbuh dan berkembang dari dalam istana Kerajaan Siak Sri Inderapura.

“Saya ingin menduniakan musik zapin. Sementara lagu Sound of Suvarnadvipa (ditulis 2014) menceritakan tentang proto Melayu,” jelas Rino.

Semetara, Direktur sekaligus konduktor musik orkestra Ocas, Manuel Angel Paz Vasquez mengatakan, penampilan dan kerjasama mereka sepanjang Vinculos for Indonesia 2018 baik bersama Kelompok Musik Tradisional Kakoya, Tahuri dari Ambon, Palu Percussion dari Sulawesi Tengah dan Riau Rhythm Chambers bersama musisi tahuri Hatumuri adalah pengalaman paling berkesan dalam hidup, walaupun harus melalui proses yang cukup rumit.

“Seluruh konser begitu mengagumkan dan berhasil mempersembahkan harmoni dari dua dunia yang berbeda. Singkatnya, lewat bahasa musik yang universal, jalinan hubungan kedua negara menjadi semakin erat dan hangat,” kata Manuel Angel Paz Vasquez, melalui penerjemah.


Editor: Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
21-08-2018 15:17