Main Menu

Tari Mistis ala Prancis Menutup Salihara International Performing-arts Festival 2018

Flora Librayanti BR K
09-09-2018 20:11

Tarian Paralleles.(Dok.Salihara/re1)

Artikel Terkait

Jakarta, Gatra.com – Dalam cahaya temaram, dua tubuh perlahan bergerak. Kedua penari, Julia Flot dan Sophie Lozzi, bungkuk dan menghadapkan punggung mereka ke arah penonton. Satu per satu penari menggerakkan tulang belikat secara simetris dan tampak hidup. Diiringi beat musik yang makin cepat, penonton serasa menatap ke satu semesta lain. Semesta yang diisi entitas tak berwajah yang bergerak dengan intens.

 

Seolah berpindah menggunakan mesin waktu, siraman cahaya hijau mengiringi perpindahan gerak keduanya memasuki babak-babak berikutnya. Adegan-adegan selanjutnya adalah keduanya berganti kostum antara pakaian kasual dan gaun merah. Premis sederhana itu kemudian dibalut dalam koreografi penuh emosi. Langkah paralel, tubuh yang saling berkelindan, penggunaan busana sebagai perpanjangan tangan atau kaki, diiringi musik hip hop yang memikat; semuanya sukses membuat mata penonton tertambat ke panggung.

Tarian berjudul “Paralleles” itu adalah karya terbaru Abderzak Houmi. Pria pendiri perusahaan tari di Prancis, Compagnie X-Press, tersebut adalah koreografer, direktur artistik, sekaligus desainer suara dan cahaya di “Paralleles”.

“Dalam beberapa tahun terakhir, bagian dari penelitian saya berfokus pada masalah konstruksi koreografi. Ini diperlihatkan dari gerak yang presisi dan eksplorasi garis tubuh,” kata Abderzak.

Tarian berdurasi satu jam ini hadir di Indonesia sebagai bagian dari penutupan helatan dua tahunan, Salihara International Performing-arts Festival (SIPFest) di Jakarta, Sabtu malam (8/9). SIPFest sendiri sudah berlangsung selama satu bulan terakhir. Penampilan penutupan tersebut sepenuhnya didukung oleh Pusat Kebudayaan Prancis di Indonesia, Institut Francais Indonesie (IFI).


 

Flora L.Y. Barus

 

Flora Librayanti BR K
09-09-2018 20:11