Main Menu

Telkom Siap Dukung Proyek LRT dari sisi ITC

didi
10-09-2015 23:25

Jakarta, GATRAnews - PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyatakan siap mendukung proyek Light Rail Transit (LRT) Indonesia  dari sisi sistem komunikasi, signaling, atau e-tikecting.

 

"Kami siap mendukung pengembangan sistem teknologi, informasi dan komunikasi (ICT) proyek LRT. Sesuai dengan semangat sinergi BUMN," kata Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga, seperti dilaporkan Antara di Jakarta, Kamis (10/9).

 

Menurut Alex, dari sisi backbone Telkom sudah kuat dengan memiliki jaringan kabel optik sepanjang 75.000 kilometer yang terbentang di seluruh Indonesia. "Tinggal ditarik saja nanti ke LRT untuk transmisi dan lainnya. Apalagi dalam desain LRT yang dipaparkan PT Adhi Karya Tbk sebagai kontraktor pembangunan infrastruktur LRT sudah menyiapkan semacam lobang atau celah yang dapat dijadikan jalur pemasangan kabel optik," ujarnya.

 

Sebelumnya, sebanyak 9 BUMN melakukan sinergi untuk pembangunan LRT Indonesia sepanjang 83,6 kilometer dengan total investasi sekitar Rp 23,8 trilyun. Kesembilan BUMN tersebut yaitu, PT Adhi Karya Tbk (Persero), PT Jasa Marga Tbk (Persero), Perum PPD, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Perum Bulog, PT Bank BNI Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank BRI Tbk, dan PT Bank BTN Tbk.

 

Direktur Utama Adhi Karya, Kiswodarmawan, mengaku akan berupaya memenuhi target dari Presiden Joko Widodo agar proyek LRT dapat diselesaikan pada 2018.

 

Pada tahap I pembangunan LRT tiga trase, yaitu Cibubur-Cawang sepanjang 13,7 kilometer, Cawang-Dukuh Atas sepanjang 10,5 kilometer dan Bekasi Timur-Cawang sepanjang 17,9 kilometer dengan investasi Rp 11,9 trilyun.

 

Tahap II lintas Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan dan Palmerah-Grogol dengan panjang 41,5 kilometer. Daya angkut harian dengan konfigurasi 6 train set adalah 24.000 penumpang per jam dengan kecepatan operasi 60-80 km/jam.

 

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Heri Gunawan mendukung langkah Telkom bermain di serat optik. Pembangunan jaringan fiber optik itu memungkinkan Telkom beralih ke bisnis broadband atau bisnis data.

 

Dari situ, Telkom mulai mencetak pendapatan baru. Pada tahun 2014 saja, pendapatan dari layanan data, IT dan daring mencapai Rp 24,1 trilyun. Menurutnya, dengan pengembangan bisnisnya di bidang fiber optik, Telkom diprediksi bisa mencetak pendapatan sebesar Rp 100 trilyun di tahun 2015. "Bahkan dalam 5 tahun mendatang, Telkom ditaksir bisa mendapat kapitalisasi pasar Rp 1.000 trilyun," ujar Heri.


Reporter: Didi Kurniawan

didi
10-09-2015 23:25