Main Menu

Faisal Basri: Iklan Rokok Sesatkan Remaja

Tian Arief
31-08-2016 16:31

Ilustrasi (Antaranews/Andreas Fitri Atmoko/AR7)

Jakarta, GATRAnews - Faisal Basri, politisi yang juga pakar Ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menilai, iklan rokok berisi pesan yang bisa menyesatkan masyarakat khususnya kalangan remaja. Dia mencontohkan, pesan yang dimaksud, bahwa merokok itu gagah, jantan, fantastik, dan sebagainya, sehingga remaja tergoda lalu mencoba untuk merokok.

Karena itu, Faisal, di Jakarta, Selasa (30/8), menegaskan bahwa meningkatnya jumlah perokok usia remaja di Indonesia disebabkan gencarnya iklan rokok yang mengandung pesan manipulatif, melalui media elektronik.

Meskipun Kementerian Perindustrian menyatakan produksi rokok menurun, namun, menurut Faisal, jumlah konsumen rokok di kalangan remaja justru meningkat. "Saya juga heran kenapa perusahaan rokok begitu mudahnya memasang iklan di media massa. Hampir tidak kenal waktu untuk di televisi," tuturnya.

Mantan calon Gubernur DKI Jakarta dari jalur independen itu memaparkan, sebanyak 74% pria di Indonesia menjadi perokok, dan Indonesia menjadi negara yang memiliki jumlah perokok pria terbanyak di dunia.

"Lalu peningkatan jumlah perokoknya menjadi kedua di dunia setelah Yordania. Ini karena saking mudahnya peredaran rokok di sini," kata Faisal, seperti dilansir Antara.

Sehubungan dengan hal itu, staf ahli Kependudukan Kemenko Bidang Pembangun Manusia dan Kebudayaan RI, Sonny Harry B. Harmadi, mengungkapkan, konsumsi rokok di seluruh dunia dalam satu hari termasuk sebagai pemborosan yang sangat tinggi.

Dalam sebuah diskusi di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa, dia memaparkan, dalam satu tahun diproduksi sekitar 360 miliar batang rokok di seluruh dunia.

"Rata-rata sehari satu miliar (batang). Kalau sebatang harganya Rp1.000, ya berarti pengeluaran untuk rokok di seluruh dunia mencapai Rp1 trilyun per hari," ungkapnya.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
31-08-2016 16:31