Main Menu

Nama Prabowo Disebut Dalam Paradise Paper

Umaya Khusniah
06-11-2017 17:43

Prabowo Subianto. (GATRA/Adi Wijaya/FT02)

Artikel Terkait

Jakarta, Gatra.com- Tiga nama populer Indonesia disebut dalam dokumen 'Paradise Papers'. Ketiganya memiliki hubungan dengan mantan Presiden Indonesia, Soeharto. Mereka adalah mantan menantu Soeharto, Prabowo Subiyanto, Tommy Soeharto dan Mamiek Soeharto yang merupakan anak dari Soeharto.

 

Paradise paper yang berjumlah 13,4 juta dokumen ini berisi mereka yang berinvestasi di luar negeri. Mereka berinvestasi di tempat yang dijuluki 'Surga Pajak'. Dengan berinvestasi di tempat tersebut, mereka terhindar dari kewajiban membayar pajak.

 

Seperti diberitakan BBC.com pada Senin (6/11), awalnya kabar ini muncul di surat kabar Jerman, Süddeutsche Zeitung. Mereka kemudian meminta International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) atau Konsorsium Jurnalis Investigatif untuk melakukan penyelidikan.

 

Dalam dokumen tersebut, Prabowo Subianto disebut pernah menjadi direktur dan wakil pimpinan Nusantara Energy Resources. Perusahaan ini didaftarkan pada tahun 2001 dan berkantor di Bermuda. Sayangnya, perusahaan ini dicap sebagai 'penunggak utang', dan ditutup pada 2004.

 

Selain itu, Prabowo juga disebut sebagai pemilik dari sebagian dari Perusahaan Nusantara Energy Resources kini adalah bagian dari Nusantara Group. Perusahaan ini berada di Singapura.

 

Sementara Tommy Soeharto disebut pernah menjadi direktur dan bos dewan Asia Market Investment. Ini merupakan perusahaan yang terdaftar di Bermuda pada 1997 dan ditutup pada tahun 2000.

 

ICIJ juga mencatat adanya kesamaan alamat dengan perusahaan Tommy yang lain yakni V Power. Kedua perusahaan ini terdaftar di Bahama.

 

Selain perusahaan tersebut, disebutkan juga Tommy membuka perusahaan yang bergerak di bidang periklanan di jalan. Perusahaan merupakan perusahaan patungan dengan rekannya dari Asutralia. kawasan periklanannya di Negara Bagian Victoria di Australia, Filipina, Malaysia, Myanmar, dan China.

 

Perusahaann ini ditutup pada tahun 2003 di Bermuda. Berdasarkan data dari firma hukum di Bermuda, Appleby, perusahaan tersebut disebut sebagai pengemplang pajak.

 

Selain itu, menurut catatan Securities and Exchange Commision. Tommy juga disebut memiliki saham di perusahaan mobil mewah Italia Lamborghini.

 

Untuk Mamiek Soeharto, ia disebut sebagai wakil presiden Golden Spike Pasiriaman Ltd. Ia juga disebut sebagai pemilik dan pimpinan Golden Spike South Sumatra Ltd, bersama Maher Algadri. Maher Algadri merupakan eksekutif Kodel Group, yang menurut Forbes merupakan salah satu konglomerat terbesar Indonesia zaman Suharto.

 

Golden Spike Pasiriaman Ltd dan Golden Spike South Sumatra Ltd tercatat di Bermuda pada 1990. kini kedua perushaan tersebut sudah ditutup.

 

Menanggapi berita ini, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama menyebut pihaknya akan mencoba mendapatkan data secara lebih lengkap dan detail. "Hal tersebut sebagai bagian untuk memastikan kepatuhan WP terhadap ketentuan perpajakan yang berlaku," ujarnya melalui pesan singkat kepada awak media Senin (6/11).

 

Menurut Yoga, perlu dipastikan dulu, apakah data yang sebutkan tersebut termasuk dalam harta yang sudah dilaporkan dalam SPT Tahunan atau telah dideklarasikan dalam Tax Amnesty atau belum. Namun, ia mengatakan pihak DJP tidak dapat menyampaikan ke publik secara specific atas WP tertentu. Hal ini karena rahasia jabatan sebagaimana diatur dalam 34 UU No 16 Tahun 2009 tentang KUP dan Pasal 21 UU TA.

 

Menurut Yoga, apa yang disampaikan Panama Papers, Transfer melalui Stanchart kemarin, dan yang terbaru Paradise Papers, sebenarnya mendahului AEOI yang untuk Indonesia akan efektif pada (September) 2018. "Pada saat AEOI sudah berjalan efektif nanti, tentunya informasi yang kita terima akan lebih detail, luas dan legitimate," pungkasnya.


Reporter : Umaya Khusniah

Editor: Hendri Firzani

 

 

Umaya Khusniah
06-11-2017 17:43