Main Menu

SKK Migas Mencium Adanya Calo Pembelian Gas Blok Masela

Hendry Roris P. Sianturi
09-01-2018 23:46

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi (GATRA/Hendri Roris SIanturi/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mencium adanya permainan calo dalam pembelian gas produksi Blok Masela. Pasalnya, ada beberapa perusahaan yang menawar harga rendah, yakni US$ 3 per MMBTU atau setara dengan Rp. 39.600 (kurs Rp. 13.200).

Sementara, kata Amien, harga gas produksi Teluk Bintuni saja mencapai US$ 5,2 per MMBTU atau setara dengan Rp. 68.640. “Tiga dolar ini kan businessman yang nggak mau kerja, maunya cari untung. Kemungkinan besar ia calo,” ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, (9/01).

Amien menduga, perusahaan-perusahaan tersebut nantinya akan menjual kembali gas blok masela dengan harga yang lebih tinggi. “Kemungkinan kalau dia beli 3 dolar, akan dicaloin ke perusahaan manufaktur, yang mau beli ke dia 4 dolar,” katanya.

Pihak SKK Migas berencana akan mencari pembeli lain jika gas tetap ditawar US$ 3. Amien mengatakan, persoalan harga menjadi penyebab blok Masela belum memproduksi gas karena pihak investor masih menunggu calon pembeli sebelum melakukan eksploitasi. Meski demikian, SKK Migas keukeuh tidak akan menerima harga penawaran USD 3.

“Itu kan kelompok yang omong kosong. Artinya, kalau beli harga 3 dolar, supir taksi yang lewat-lewat di sini juga bisa. Nggak perlu modal dan kepintaran. Karena begini, indicator price dari yang nawar di teluk bintuni, 5,2 USD. Saya pergi ke Cina, sudah 6,2 dolar,” katanya membandingkan. “Nggak peduli, pokoknya yang lebih tinggi. SKK migas nggak akan jual ke calo dan akan cari pembeli sendiri,” sambungnya.

Blok Masela merupakan kawasan kilang minyak dan gas yang terletak di  laut Arafura, Maluku. Pengembangan fasilitas produksi dilakukan dengan skema darat (onshore) dan kawasan industri petrokimia.

Saat ini Blok Masela dalam proses persiapan Pre Front End Engineering Design (Pre-FEED) atau pra rancangan pengembangan Blok Masela yang baru. Inpex Corporation selaku operator Blok Masela sedang menganalisa best option terkait jenis dan kapasitas produksi, biaya investasi dan keekonomian, serta jadwal rencana pengembangan lapangan (Plan of Development/PoD I).


Reporter : Hendry Roris Sianturi

Editor : Mukhlison

Hendry Roris P. Sianturi
09-01-2018 23:46