Main Menu

Jangka Waktu Terbatas, Bulog Hanya Sanggupi Impor 281 Ribu Ton Beras

Hendry Roris P. Sianturi
20-02-2018 19:47

Ilustrasi beras import(GATRA/Adi Wijaya/re1)

Jakarta, Gatra.com - Perum Bulog memastikan impor Beras sebesar 281.000 ton akan tiba di Indonesia sebelum Bulan Maret. Hal ini disampaikan Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Siti Kuwati. “Hanya saja, itu yang mereka sanggupi sampai 28 Februari itu. Kalau sisanya bagaimana, kembali ke pemerintah,” katanya kepada Gatra.com, Selasa, (20/2).

 

Adapun tahapannya hingga masuk ke gudang Bulog, kata Siti, harus menunggu proses bongkar muat yang memakan waktu hingga sepekan. “Proses tiba, sandar, setelah itu bongkar,” katanya.

 

Saat ini, sudah ada 10 ribu ton beras impor masuk gudang Bulog. Sebanyak 60 ribu ton masih dalam proses bongkar muat di pelabuhan. Kemudian, sebesar 113 ribu ton sudah tiba dan menunggu bongkar muat.

 

“Ada 80 ribu ton lagi masih dalam pelayaran. Sisanya, lagi proses pemuatan ke dalam kapal-kapal yang nanti akan segera berlayar dan sampai ke kita. diharapkan selesai itu sampai di akhir Februari,” ujarnya.

 

Siti mengatakan sekitar 98 ribu ton yang masih akan dikirim dan sedang dalam pelayaran, akan tiba di Indonesia sampai akhir Februari. “Kita sangat optimis akhir Februari tiba semua sesuai dengan perjanjian. Insyaallah itu akan masuk,” katanya.

 

Sebelumnya, Pemerintah mengeluarkan kebijakan mengimpor beras 500.000 ton untuk menahan gejolak harga beras di pasar. Hanya saja, Bulog hanya bisa mengimpor beras sebanyak 281.000 ton.

 

Adapun beras impor tersebut berasal dari dari Vietnam, Thailand dan India. Dengan rincian dari Vietnam 141 ribu ton, Thailand 120 ribu ton dan India 20 ribu ton. Berdasarkan Surat Izin Impor Kementerian Perdagangan, beras impor harus tiba di Indonesia paling lambat tanggal 28 Februari 2018.


 

Reporter: Hendry Roris Sianturi

Editor: Hendri Firzani 

Hendry Roris P. Sianturi
20-02-2018 19:47