Main Menu

Penjualan Otomotif Lesu, Astra Tetap Untung

Rosyid
27-02-2018 23:17

Presiden Direktur Astra International Tbk, Prijono Sugiarto(GATRA/Erry Sudiyanto/re1)

Jakarta, Gatra.com -  Kontribusi divisi otomotif PT Astra International Tbk menurun dari tahun lalu. Penjualan mobil secara nasional tahun lalu mencapai 1,1 juta unit.

Penjualan empat merek mobil Astra menurun sebesar 2% menjadi 579.000 unit, dengan pangsa pasar turun dari 55% menjadi 54%. Toyota, Daihatsu dan Isuzu telah meluncurkan 11 model baru dan 11 model revamped sepanjang tahun 2017.

Laba bersih dari divisi otomotif Grup menurun 3% menjadi Rp 8,9 trilyun dari Rp 9,2 trilyun pada 2016. Kenaikan. Laba bersih pada bisnis komponen tidak dapat mengimbangi penurunan penjualan mobil dan tekanan diskon yang muncul dari meningkatnya persaingan.

Menurut Laporan keuangan Astra tahun 2017 yang diterima Gatra, Selasa (27/2), kinerja segmen sepeda motor relatif tidak berubah. Penjualan sepeda motor nasional turun 1% menjadi 5,9 juta unit.

Penjualan PT Astra Honda Motor (AHM) bertahan pada 4,4 juta unit, sehingga pangsa pasarnya meningkat dari 74% menjadi 75%. Sepanjang tahun merek berlogo sayap terkepak itu telah meluncurkan delapan model baru dan 18 model revamped.

PT Astra Otoparts Tbk, bisnis komponen Grup, membukukan kenaikan laba bersih 32% menjadi Rp551 miliar yang disebabkan oleh kenaikan pendapatan dari meningkatnya kinerja penjualan replacement market dan meningkatkan kontribusi laba bersih dari perusahaan patungan dan entitas asosiasi

Dua merek otomotif dalam naungan PT Astra International yaitu Toyota-Astra Motor dan Astra-Daihatsu Motor menjadi penjual mobil terbesar di dunia. Sepanjang tahun lalu, Toyota-Astra Motor mengirimkan 372.614 unit ke seluruh Indonesia.

Di posisi kedua, Astra Daihatsu Motor menjual 186.381 unit. Merek lain dalam payung Astra Internasional adalah Isuzu yang semakin fokus di segmen komersial. Isuzu menjual 20.095 unit sepanjang tahun lalu. Sementara merek ke-empat Peugeot  hanya menjual 34 unit.

Laba bersih PT Astra International Tbk pada 2017 meningkat 25 persen menjadi Rp18,881 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp15,156 triliun.

"Setelah mencetak kinerja keseluruhan yang baik pada tahun 2017, Astra diharapkan dapat terus diuntungkan dari membaiknya kondisi ekonomi serta stabilnya harga komoditas, meskipun persaingan di pasar mobil akan terus meningkat," kata Presiden Direktur Astra International Tbk Prijono Sugiarto. 


Editor : Rosyid

Rosyid
27-02-2018 23:17