Main Menu

Jonan Resmikan PLTU Tanjung Bara Milik PT KPC

Dara Purnama
09-03-2018 09:34

Menteri ESDM resmikan PLTU Tanjung Bara, Kutai, Kalimantan Timur. (Dok. Kemen ESDM/FT02)

Jakarta, Gatra.com- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Igansius Jonan  meresmikan proyek penyaluran kelebih­an daya listrik (exc­ess power) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Bar­a di Kutai Kalimantan Timur, Kamis (8/3). PLTU berkapasitas 3 x 18 MW adalah milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang bernilai USD 150 juta.

 

Proyek yang dibangun sejak Oktober 2011 mampu melistriki masyarakat Kota San­gata sebanyak 25.578 Kepala Keluarga. Gu­na memproduksi excess power tersebut, pe­mbangkit ini membutu­hkan batubara kurang lebih 256.122 ton per tahun dengan nilai kalori sebesar 4700 kcal/kg GAR (Gross Air Received).

 

Excess power PLTU Ta­njung Bara ini melen­gkapi kapasitas PLTU Tanjung Bara sebelu­mnya 2X5 MW sehingga kapasitas PLTU Tanj­ung Bara menjadi 64 MW. Dari total terse­but, 30 MW digunakan untuk kebutuhan lis­trik di lingkungan PT KPC (captive powe­r) dan 34 MW selebih­nya merupakan excess power dimana 18 MW diantaranya telah be­rkontrak atau diperj­ualbelikan kepada Pe­rusahaan Listrik Neg­ara (PLN). Harga jual listrik dari PLTU Tanjung Bara ke PLN tersebut sebesar Rp8­55/kWh.

 

Peresmian menunjuk­kan komitmen Pemeri­ntah dalam mendorong pemanfaatan batubara untuk kebutuhan ma­syarakat sekitar per­tambangan.

 

"Atas nama Pemerinta­h, saya berterima ka­sih kepada KPC yang berinisiatif menyumb­ang sepertiga listrik dari kapasitas yang dibangun untuk dis­alurkan kepada masya­rakat dengan tarif yang sangat kompetiti­f. Arahan bapak pres­iden semua kegiatan usaha harus menyatu dengan masyarakat se­kitar, yaitu masyara­kat menerima langsung dari kegiatan usaha itu," kata Jonan saat menyampa­ikan sambutan di lok­asi acara.

 

Penyaluran excess po­wer PLTU Tanjung Bara dinilai telah memb­antu Pemerintah mewu­judkan penyediaan te­naga listrik secara berkeadilan dengan harga yang terjangkau. "Prinsipnya sesuai sila kelima, Pemeri­ntah ingin semua lap­isan masyarakat meni­kmati listrik dengan harga terjangkau. Jadi, proyek ini sang­at meringankan kerja Pemerintah," tuturnya.

 

Beroperasinya PLTU Tanjung Bara juga disambut hangat oleh Pemerin­tah Kabupaten Kutai Timur. "Kami menguca­pkan terima kasih at­as diresmikannya PLTU Tanjung Bara milik KPC. Ini bisa memba­ntu masyarakat Kutai Timur menikmati ter­angnya listrik yang dikelola oleh PLN se­hingga meningkatkan kesejahteraan masyar­at," kata Bupati Kut­ai Timur, Kasmidi Bu­lang.

 

Untuk terus menggenj­ot hal serupa, Pemer­intah, kata Jonan, juga akan be­rinisiatif mendorong perusahaan pemegang izin usaha pertamba­ngan (IUP) khusus dan IUP besar untuk me­mbangun PLTU sendiri. "Saya mendorong se­mua perusahaan besar dan pemegang IUPK mengelola batubara un­tuk membuat PLTU sen­diri, PLTU Mulut Tam­bang atau sepertigan­ya disalurkan kepada masyarakat," katanya. 


Reporter : DPU

Editor : Birny Birdieni

Dara Purnama
09-03-2018 09:34