Main Menu

Harga Cabai Melonjak Gila-Gilaan di Banyumas

Mukhlison Sri Widodo
11-03-2018 20:35

Pedagang cabai di pasar tradisional (ANTARA/Asep Fathulrahman/yus4)

Banyumas, Gatra.com – Harga cabai rawit dan cabai merah keriting di pasar tradisional di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah naik dua kali lipat dibanding harga biasanya.

 

Seorang pedagang di Pasar Situmpur, Narsiti mengatakan harga cabai rawit melambung lantaran minimnya pasokan. Sementara, permintaan dari konsumen justru tinggi dan terus stabil.

Saat ini, harga cabai mencapai Rp 55 ribu per kilogram atau naik lebih dari dua kali lipat dibanding sebelumnya yang hanya Rp 25 ribu sampai Rp 26 ribu per kilogram.

“Harga cabai sekarang melambung. Cabai rawit sekarang Rp 55 ribu per kilogram. Biasanya Rp 25 ribu. Paling tinggi Rp 26 ribu, sampai Rp 28 ribu per kilogram,” katanya, Sabtu (10/3).

Dia menduga, tanaman cabai banyak yang mati. Sebab, curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini menyebabkan tanaman busuk. Pada puncak musim penghujan seperti sekarang, tanaman banyak juga banyak terserang penyakit.

Jika tanaman tak busuk, bunga cabai ambrol. Sebab itu, pasokan pun berkurang drastis. “Banyak tanaman yang busuk akarnya,” imbuhnya.

Kenaikan harga signifikan juga terjadi pada cabai merah keriting yang naik dua kali lipat dibanding biasanya. Saat ini, harga cabai keriting adalah Rp 42 ribu per kilogram, atau naik.

“Yang ini, cabai merah keriting Rp 42 ribu per kilogram. Awalnya Cuma Rp 20 ribu terus naik Rp 24 ribu per kilogram,” jelasnya.

Di sisi lain, dari pantauan GATRA di pasar Situmpur, kota Purwokerto, harga beras medium eceran turun dari sebelumnya Rp 13 ribu menjadi Rp 11 ribu per kilogram. 

Penurunan disebabkan semakin stabilnya pasokan beras di pasar tradisional. Sebab, petani di Banyumas dan sekitarnya sudah mulai panen.

Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Jawa Tengah Sub-Divre 4 Banyumas, Sony Supriyadi mengatakan, penurunan harga diperkirakan masih terus terjadi seiring panen raya yang telah tiba di Banyumas.

“Sudah panen di beberapa wilayah sehingga harga beras turus turun. Nanti, saat selesai puncak panen raya, pasti akan turun lagi,” ujar Sony.


Reporter : Ridlo Susanto

Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
11-03-2018 20:35