Main Menu

Pameran Mebel Terbesar Jogja Targetkan Transaksi Rp 100 Milyar

Mukhlison Sri Widodo
11-03-2018 15:15

Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (JIFFINA). (GATRA/Arif Koes/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Yogyakarta, Timbul Raharjo berharap gelaran Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (JIFFINA) mampu meningkatkan nilai ekspor yang sedang turun.

“Kami targetkan di gelaran ketiga kalinya ini mampu menembus nilai transaksi penjualan hingga Rp 100 milyar. Naik Rp 30 milyar dibandingkan tahun lalu,” ujar dia di lokasi acara di Jogja Expo Center, Sabtu (10/3). 

Ajang pameran mebel mebel dan kerajinan terbesar di Yogyakarta ini dibuka oleh Gubernur Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar. Pameran berlangsung 10-13 Maret.

Timbul optimistis target penjualan tahun ini tercapai karena melihat jumlah peserta yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. 

Sebanyak 290 pengusaha mebel dari Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali ikut serta berpameran. Tahun lalu hanya 260 pengusaha.

“Meningkatnya peserta ini juga berarti pilihan barang-barang furniture yang lebih inovatif dan kreatif juga bertambah. Kami berharap ini menjadi daya tarik JIFFINA tahun ini,” katanya.

Mengambil tema ‘Unique Furniture and Craft Product’, JIFFINA 2018 menargetkan hadir 4.000 calon pembeli. 

Tahun lalu pembeli dari Jerman menempati posisi tertinggi dalam transaksi, disusul Belanda, Amerika, Italia, Belgia, India, Prancis, dan Australia.

Salah satu isu yang mengemuka dalam acara ini adalah rencana Kemenperin melakukan revisi pada sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK). 

Mengenai hal ini, Timbul menyambut baik sebab beberapa pengusaha mengatakan SVLK sering menjadi kendala saat ekspor. 

Menurut dia, mebel dan kerajinan merupakan industri padat karya karena terbukti mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. 

Sehingga, prioritas usaha ini adalah kemudahan dalam mencapai pasar, termasuk pasar ekspor.

Adapun Gubernur DI Yogyakarta menilai JIFFINA tahun ini lebih baik dibandingkan dengan dua gelaran sebelumnya.

“Produk yang ditampilkan penuh kreativitas. Artinya ini sudah dipersiapkan jauh hari. Sudah ada perencanaan, sudah ada kemauan untuk inovatif,” katanya.

Dengan semakin inovatifnya produk yang dipamerkan, Sultan berharap JIFFNA mampu menyedot lebih banyak pembeli. 

Sebab tahun ini para pembeli mancanegara bukan hanya ke Yogyakarta, tapi  juga datang ke berbagai pameran mebel di Singapura, Malaysia, dan Jakarta.

Reporter : Arif Koes

Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
11-03-2018 15:15