Main Menu

Menkeu Sri Mulyani:  Rupiah Melemah karena Kebijakan Bank AS

Mukhlison Sri Widodo
12-03-2018 23:20

Menteri Keuangan Sri Mulyani (REUTERS/Beawiharta/yus4)

Yogyakarta, Gatra.com -  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap US Dollar merupakan dampak dari kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat yang menaikkan suku bunga hingga empat kali pada tahun ini.

Pergerakan ini tidak hanya terjadi pada rupiah Indonesia, namun mata uang  seluruh negara dunia. Menurut Sri, mata uang seluruh dunia melemah terhadap dolar karena pernyataan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat Jerome Powell yang akan menaikkan suku bunga dari tiga menjadi empat kali.

"Ini menyebabkan laju ekonomi tinggi dan terjadi inflasi. Ini alasannya,” jelas Menkeu saat jumpa pers usai dialog nasional  ‘Indonesia Maju’ di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Minggu (11/3).

Pelemahan mata uang terhadap USD juga dipicu  kebijakan di bidang fiskal dan perdagangan AS yang menciptakan ketidakpastian. Alhasil banyak negara berlomba-lomba menurunkan pajak dan tarif masuk.

"Ini menyebabkan ketidakpastian perekonomian di seluruh dunia," ujar Menkeu.

Sebagai upaya mengantisipasi kenaikan suku bunga di AS hingga empat kali lipat, Kemenkeu bersama  Kementerian Koordinator Perekonomian dan Bank Indonesia berupaya menjaga stabilitas perekonomian Indonesia.

Bukan hanya itu, pemerintah juga berupaya menjaga APBN agar tidak defisit dan sehat agar inflasi tetap rendah.

“Kami terus menjaga kesimbangan necara pembayaran dengan neraca produksi,” katanya.

Selain itu,  pemerintah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan terus fokus pada pertumbuhan investasi dan peningkatan ekspor sebelum berlakunya kenaikan suku bunga tersebut.

Menkeu menyatakan, dengan pertumbuhan investasi mencapai 7% tahun ini, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5%.

“Kebijakan ini belajar dari kondisi yang sudah pernah kita alami saat kenaikan suku bunga AS hingga tiga kali lipat pada 2016-2017 lalu,” ujarnya.


Reporter : Arif Koes

Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
12-03-2018 23:20