Main Menu

Subsidi Solar ditambah menjadi Rp. 1.000 per liter

Hendry Roris P. Sianturi
12-03-2018 14:23

Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik. (Dok. Pertamina/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Pemerintah menambah subsidi BBM Solar kepada PT Pertamina. Tujuannya, agar harga Solar tidak naik hingga tahun 2019. 

Mengingat, harga minyak mentah (Indonesia Crude Price/ ICP) yang cenderung naik.

Direktur Utama Pertamina, Elia Massa Manik mengatakan, Pertamina membutuhkan subsidi Rp. 1.000 per liter agar harga solar tidak naik.

Jika mengacu pada besaran subsidi solar saat ini sebesar, Rp. 500 per liter, maka Pertamina akan mendapat tambahan Rp. 500 per liter solar.

Dengan angka tambahan subsidi ini, diprediksi tidak akan memberatkan keuangan korporasi jika harga minyak mentah meningkat. "(Subsidi solar) butuh Rp. 1.000," kata Massa di Gedung Pertamina Pusat, (12/03).

Tahun 2017, total subsidi solar mencapai Rp. 7 triliun. Dari catatan Kementerian ESDM, asumsi konsumsi solar mencapai sekitar 16 juta kilo liter, sedangkan realisasinya berkisar 89% atau 14,24 juta KL.

Jika pemerintah memberikan subsidi solar Rp.1.000 per liter, bisa jadi Pemerintah akan menyuntik subsidi sekitar Rp. 14 triliun.

Pemerintah berencana akan memasukkan penambahan subsidi solar ke dalam APBN-P 2018. Dalam pernyataannya kepada awak media, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjamin, penambahan subsidi tidak akan mengakibatkan defisit anggaran.

"Kalau harga crude oil naik, otomatis subsidi juga naik. Tapi penerimaan pemerintah juga naik. Masih surplus, jadi tidak membuat defisit," kata Darmin pekan lalu.


Reporter : Hendry Roris Sianturi

Editor : Mukhlison 

Hendry Roris P. Sianturi
12-03-2018 14:23