Main Menu

Ke Algeria, Arcandra Bahas Ekspansi Lapangan Migas Baru

Hendry Roris P. Sianturi
13-03-2018 18:00

Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar. (Dok. Kementerian ESDM/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Sepulang dari tugas luar negeri selama 10 hari, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar membawa “oleh-oleh” informasi untuk disampaikan kepada awak media.

Salah satunya, rencana PT Pertamina melakukan ekspansi ke lapangan migas baru di Algeria.

Menurut Wakil Komisaris Utama Pertamina itu, ekspansi ke lapangan baru tersebut dapat meningkatkan produksi migas Pertamina. “Saya bicarakan itu juga, adanya kemudahan dari Sonatrach, karena Pertamina berencana mengembangkan lapangan di sana. Namanya lapangan MLN (Menzel Lejmat North) II,” ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, (13/03).

Arcandra mengatakan, bahwa ekspansi tersebut bukan meningkatkan hak kelola Pertamina di lapangan MLN.

Saat ini hak kelola Pertamina melalui anak usahanya Pertamina International EP (PIEP) di lapangan MLN sebesar  65%. “Yang saya tahu adalah lapangan yang sebelah MLN-nya yang akan diajukan untuk dikelola Pertamina,” ujarnya.

Pada tahun lalu, Pertamina sempat berencana akan meningkatkan hak kelola menjadi 100% di lapangan MLN. Tetapi, kata Arcandra, hak kelola Pertamina di lapangan MLN masih tetap sebesar 65%.

“Masih sama sebelumnya. Yang kita bahas kemarin itu akan ada pengembangan lapangan baru di sebelah yang ada sekarang ini. Expand-nya ke lapangan sebelahnya,” katanya.

Seperti diketahui, PT Pertamina telah memiliki tiga lapangan di Algeria dengan hak kelola sebesar 65% di lapangan MLN, 16,9% di lapangan EMK (El-Merk) dan 3,73% di lapangan Ourhud (OHD). Ketiga lapangan ini berada di blok 405a, kawasan Gurun Sahara.

Pada tahun  2013 lalu, Pertamina mengakuisisi tiga lapangan tersebut dari perusahaan migas multinasional asal Amerika Serikat, ConocoPhillips. Perkiraan nilai akuisisi sebesar US$ 1,75 milyar atau setara dengan Rp 16,8 trilyun.


Reporter : Hendry Roris Sianturi

Editor : Mukhlison

Hendry Roris P. Sianturi
13-03-2018 18:00