Main Menu

Bank Indonesia Akui Cashlez Sebagai Penyelenggara Fintech Pertama

Dara Purnama
13-03-2018 18:11

CEO Cashlez, Teddy Tee.(GATRA/Erry Sudiyanto/re1)

Jakarta,Gatra.com- Bank Indonesia menyetujui Cashlez sebagai penyelenggara teknologi finansial atau fintech. Persetujuan tersebut dituangkan ke dalam surat nomor 20/85/DKSP/Srt/B tanggal 8 Maret 2018 perihal persetujuan atas permohonan pendaftaran penyelenggara teknologi finansial.

AVP Operations Cashlez, Tony mengatakan Cashlez mengajukan pendaftaran ke Bank Indonesia sejak tanggal 10 Januari 2018. Hanya dalam kurun waktu dua bulan, Bank Indonesia memberikan persetujuan. "Kami berterima kasih dan mengapresiasi regulator dalam hal ini Bank Indonesia yang proaktif mendukung industri fintech," kata Tony  dalam siaran pers yang diterima Gatra, Selasa (13/3).

 

PT Cashlez Worldwide Indonesia adalah pemegang merek Cashlez telah dicantumkan dalam daftar penyelenggara teknologi finansial terdaftar di Bank Indonesia. Pengumuman tersebut dapat dilihat pada website Bank Indonesia. “Kami bangga menjadi penyelenggara tekfin pertama yang mendaftar dan mendapat persetujuan dengan cepat," kata Tony.

 

Kendati demikian, Cashlez juga harus tetap memenuhi kewajiban untuk mendapatkan izin sebagai penyelenggara jasa sistem pembayaran. "Ini sebagai bentuk kepatuhan kami terhadap regulasi sehingga dapat melindungi konsumen dan industri tekfin itu sendiri," kata CEO Cashlez, Teddy Tee. Saat ini telah masuk dalam proses review final. "Jika tidak ada kendala kemungkinan besar dalam waktu dekat kami mendapatkan izin tersebut”, ia menambahkan.

 

Cashlez merupakan perusahaan penyelenggara jasa sistem pembayaran yang menciptakan sistem mPOS (mobile point of sale) dan QR Payment aggregator untuk merchant. Cashlez menawarkan sebuah konsep penerimaan pembayaran menggunaakan kartu, baik kartu kredit, kartu debit dan QR Payment berbasis aplikasi pada smartphone (Android dan iOS) yang dihubungkan dengan card reader (dongle) melalui bluetooth.

Sistem ini dilengkapi fitur yang dapat memonitor semua transaksi penjualan bisnis merchant secara real time. “Mengenai perkembangan bisnis Cashlez, saat ini kami juga menjalin beberapa kolaborasi dengan beberapa Bank dan melakukan new product development. Ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan merchant dan menjadi value added dan solusi untuk merchant, di luar unique selling proposition kami sebagai payment gateway," kata Teddy.


Reporter : DPU

Editor : Birny Birdieni

Dara Purnama
13-03-2018 18:11