Main Menu

Bekraf: Investasi Startup Kuliner Capai Rp150 Milyar

Mukhlison Sri Widodo
13-03-2018 22:25

Demoday FSI 2018 di Yogyakarta.(GATRA/Arif Koes/re1)

Yogyakarta, Gatra.com - Selama dua tahun ajang Food Startup Indonesia (FSI), Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mencatat investasi dari sektor non perbankan untuk usaha rintisan digital di bidang kuliner mencapai Rp 150 milyar. 

 

Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Syaifullah menjelaskan catatan investasi di bidang kuliner ini didapat dari penyertaan modal 20 pemenang ajang FSI.

“Investasi yang didapatkan ini bukan merupakan modal pinjaman. Namun dalam skema mengikutsertakan modal ke usaha rintisan kuliner yang dinilai unik dan memiliki peluang besar,” kata Syaifullah usai Demoday FSI 2018 di Yogyakarta, Selasa (13/3).

Dengan skema keikutsertaan modal, investor secara langsung ikut dalam pengawasan dan perkembangan usaha rintisan agar berkembang. 

Dalam skema ini kebanyakan investor tidak memikirkan berapa laba yang nanti didapat. 

Namun, menurut Syaifullah, investor lebih mempertimbangkan usaha bersama untuk menyelamatkan usaha rintisan kuliner melewati "lembah kematian" yang biasanya datang tiga tahun setelah startup lahir.

Syaifullah menuturkan, besarnya investasi non perbankan ke usaha rintisan kuliner ini menandakan bahwa saat ini usaha-usaha yang dilahirkan dari ide kreatif memiliki pasar besar, apalagi ditunjang kecepatan informasi dari dunia maya.

“Saat ini peluang usaha rintisan mengakses modal perbankan masih terkendala persyaratan agunan, suku bunga, dan laporan keuangan yang belum bisa dipenuhi,” ujarnya.

Dengan kondisi itu, masuknya modal dari non perbankan akan semakin menggairahkan usaha-usaha rintisan baru untuk berkembang.

Kasubdit Dana Masyarakat Direktorat Akses Non Perbankan Bekraf Hanifah Makarim  menjelaskan modal utama bagi usaha rintisan adalah keunikan.

“Entah itu produknya, kemasannya, maupun tempat berusahanya. Unik adalah kata kunci sehingga memiliki kelebihan dibandingkan produk serupa,” ujar dia dalam sambutan ajang tersebut.

Dengan keunikan itu, Hanifah menilai peluang mendapat modal dari investor sangat besar. Tantangan inilah yang diberikan kepada 100 peserta FSI 2018 dari 10 kota di Indonesia.

Kepada peserta Demoday FSI 2018, Hanifah menegaskan bahwa modal yang diikutsertakan dalam usaha rintisan tak harus berupa uang, melainkan bisa berupa ide atau dukungan distribusi.

“Jika sudah punya keunikan hal terpenting kedua adalah sabar. Sebab investor tidak langsung masuk. Mereka membutuhkan waktu mempelajari usaha rintisan yang akan didukungnya. Bisa jadi deal enam bulan setelah pertemuan pertama,” ujarnya.

FSI 2018 merupakan ajang lomba gelaran Bekraf bagi usaha rintisan untuk mendapat modal bahka  pendidikan. 

Seratus peserta akan ikut pameran Bekraf pada Juni 2018 dengan evaluasi produk pada bulan berikutnya. Pada Agustus, peserta akan melakukan presentasi kepada investor.

Dari 100 peserta, Bekraf menjaring secara bertahap hingga tepilih 30 usaha rintisan kuliner. Tiga peserta terbaik akan untuk mendapat hadiah modal senilai Rp 200 juta. 


Reporter : Arif Koes

Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
13-03-2018 22:25