Main Menu

Ini Peluang Indonesia di Tengah Perang Dagang AS-China

Mukhlison Sri Widodo
07-04-2018 15:25

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (GATRA/Arif Koes/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukito menganggap perang dagang antara Amerika Serikat dan China adalah peluang bagi Indonesia. 

Menghadapi situasi ini, pemerintah mendorong industri berorientasi ekspor.

“Ada dua hal yang selama ini kami lihat dari perang dagang yang terjadi antara AS-China,” katanya di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta Jumat (06/4).

Pertama, kata Enggar,  kebijakan instropeksi  terhadap berbagai produk berorientasi ekspor buatan Indonesia. 

Dari perang dagang ini, kalangan industri bisa punya peluang atas berbagai komoditas dan memenuhi persyaratannya agar bisa diterima kedua negara.

Ke dua, ia menambahkan, perang dagang ini mengakibatkan harga komoditas dari dan ke dua negara akan naik. Peluang inilah yang bisa digarap oleh Indonesia.

Mendag menyatakan perang dagang antar kedua negara ini merupakan keniscayaan dan pasti akan terjadi. 

Pekan depan, pemerintah bertemu dengan perwakilan kedua negara untuk membicarakan peluang dan dampak perang dagang itu bagi Indonesia.

“Kita tidak bisa melarang barang dari kedua negara masuk ke Indonesia. Kita terikat berbagai perjanjian. Inilah yang minggu depan kami bicarakan,” lanjutnya.

Menindaklanjuti perang dagang ini, pemerintah akan mendorong para investor terutama kalangan industri kecil menengah (IKM) untuk menghasilkan barang berorientasi ekspor. 

“Kami sudah menyiapkan market place dan aturan-aturan yang mempermudah ekspor guna menangkap peluang ini. Jika nantinya industri tidak bisa memenuhinya, kami akan mendesak  pemberlakuan dengan kuota tertentu untuk ekspor,” imbuhnya.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
07-04-2018 15:25