Main Menu

Waskita Toll Road Dapat Pendanaan Rp5 Trilyun

didi
10-04-2018 17:32

PT Waskita Toll Road (WTR) raih pendanaan senilai Rp 5 triliun melalui penerbitan RDPT Ekuitas Danareksa Infrastruktur Trans Jawa. (Dok. Waskita Karya/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Salah satu perusahaan investasi jalan tol, PT Waskita Toll Road (WTR) telah mendapatkan pendanaan senilai Rp5 trilyun melalui penerbitan Reksa Dana Penyertaan Terbatas Ekuitas Danareksa Infrastruktur Trans Jawa (RDPT).

RDPT berbasis ekuitas terbesar di Tanah Air ini diterbitkan oleh PT Danareksa Investment Management (DIM) sebagai Manajer Investasi dan PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) sebagai Bank Kustodian dimana dalam transaksi ini Danareksa Sekuritas bertindak sebagai arranger.

Penandatanganan perjanjian pembiayaan jalan tol melalui skema RDPT Ekuitas pada WTTR dilakukan oleh Direktur Utama WTR Herwidiakto bersama dengan Capital Market Services Head PT. Bank Mega Tbk, Sarmiati Moch Djoeri dan disaksikan oleh Direktur Utama Danareksa Invesment Management, Marsangap P. Tamba.

Direktur Utama WTR, Herwidiakto menjelaskan, RDPT Ekuitas ini menggunakan underlying asset saham WTR di perusahaan investasinya yaitu PT Waskita Transjawa Toll Road (WTTR). Pada saat ini, WTR mengelola 3 (tiga) ruas tol yaitu Kanji-Pejagan, Pejagan-Pemalang dan Pasuruan-Probolinggo dengan panjang ruas tol keseluruhan mencapai 123,8 km.

Penerbitan RDPT Ekuitas WTR ini, menurut dia, merupakan langkah strategis dan sinergi positif dengan sesama BUMN untuk memperkuat pembangunan infrastruktur di Indonesia. Melalui penerbitan RDPT ini WTR memiliki ruang yang lebih lebar untuk menyelesaikan proyek eksisting dan melakukan investasi di proyek jalan tol baru.

"Hanya dalam 2 bulan produk ini langsung terserap hingga Rp 5 trilyun, ini sungguh pencapaian yang luar biasa," ucap Herwidiakto di Jakarta, Selasa (10/4).

Herwidiakto menjelaskan, sebagai bagian dari Waskita Karya Group, WTR akan terus melakukan insiatif untuk memperkuat dan meningkatkan kinerja dari setiap portofolio investasi di jalan tol. Apalagi Pemerintah melalui Kementerian PUPR menargetkan bahwa di tahun 2025 nanti total ruas tol di Indonesia akan mencapai 6.115 km.

"Kami akan mengambil setiap peluang untuk meningkatkan nilai perusahaan dengan portofolio investasi yang tumbuh positif secara berkelanjutan. WTR juga akan terus mendukung upaya Pemerintah dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi dengan pembangunan infastruktur jalan tol di berbagai wilayah di Indonesia," ujar Herwidiakto.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama DIM, Marsangap P. Tamba menjelaskan, penerbitan RDPT ekuitas ini merupakan salah satu sumber pendanaan alternatif untuk proyek-proyek infrastruktur pemerintah, adapun RDPT ekuitas ini akan menggunakan dua skema transaksi.

Skema pertama, WTR akan mengalihkan 57,14% saham lama WTR kepada RDPT senilai Rp2,85 trilyun. Kemudian, WTR akan menerbitkan saham baru sebesar 30% kepada RDPT sebesar Rp2,15 trilyun. Setelah transaksi ini, RDPT akan menguasai 70% saham WTTR, sementara saham WTR berkurang dari 99% menjadi 30%.

"RDPT Ekuitas WTR ini memiliki jangka waktu 5 tahun. RDPT ini merupakan solusi pendanaan alternatif bagi investor profesional dan proyek-proyek infrastruktur. Skema produk dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek maupun investor,” ungkap Marsangap.

RDPT Ekuitas merupakan suatu instrumen pendanaan yang merupakan wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari pemodal profesional yang selanjutnya diinvestasikan oleh Manajer Investasi pada Portofolio Efek (ekuitas) yang berbasis kegiatan sektor riil.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan dan Pengendalian Portofolio WTR, Joko W. Widodo menyebutkan, pada saat ini WTR telah melakukan investasi di 18 ruas tol di Indonesia, di mana 5 ruas telah beroperasi secara komersial.

Pada tahun 2020 perusahaan memproyeksikan akan mengoperasikan ruas tol sepanjang 889,23 km, yang mana sekitar 437,5 km diantaranya merupakan bagian dari ruas tol Transjawa yang beroperasi pada 2018.

"Besarnya minat investor terhadap penerbitan RDPT ekuitas ini menjadi bukti makin tingginya kepercayaan investor terhadap WTR dan prospek bisnis jalan tol di Indonesia," jelasnya.



Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Rosyid

didi
10-04-2018 17:32