Main Menu

Pemerintah Jamin Premium Selalu Ada

Mukhlison Sri Widodo
13-04-2018 08:42

Ilustrasi BBM Bersubsidi. (GATRA/Erry Sudiyanto/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno memastikan bahan bakar minyak jenis Premium akan selalu tersedia di masyarakat. 

 

Hilangnya Premium di pasaran beberapa waktu akibat adanya pemikiran bahwa penjualan Premium akan merugikan Pertamina.

“Ini salah. Saya sudah menekankan kepada Direksi Pertamina bahwa bagaimanapun kondisinya Premium harus ada di masyarakat. Karena itu sudah menjadi komitmen pemerintah,” kata Rini di kampus Universitas Gadjah Mada, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, Kamis (12/4).

Menurut Rini, pemerintah  berkomitmen tetap memproduksi Premium dengan harga jual yang telah ditetapkan, meskipun Premium yang memiliki jenis Ron88 dinilai menyebabkan polusi. 

Namun, pemerintah juga memperkenalkan Pertalite dengan tipe Ron90 yang lebih ramah lingkungan.

Penyediaan Premium sesuai harga yang ditetapkan pemerintah oleh Pertamina ini sudah menjadi kesepakatan tiga kementerian yaitu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Keuangan, dan Kementerian BUMN.

“Dalam kesepakatan ini, harga jual Premium tidak akan dinaikkan sampai pertengahan atau akhir 2019,” ujar Rini.

Rini juga memastikan bahwa Pertamina selaku BUMN, meski harga minyak dunia sedang naik, tidak boleh memiliki pemikiran bahwa jika menjual Premium akan merugi. 

Pertamina tidak boleh melihat nilai kerugian ini dari satu produk saja.

Rini berkata, dengan berbagai produknya, Pertamina sebenarnya sudah mendapat keuntungan yang bisa mensubsidi penjualan Premium. 

Rini menyatakan, Kementerian BUMN terus menekan Pertamina untuk segera memasok Premium di masyarakat.

“Minggu depan saya mulai berkeliling di lapangan guna memastikan bahwa apa yang menjadi komitmen pemerintah terkait ketersediaan premium dijalankan Pertamina,” katanya.

Di UGM, Rini hadir memberi kuliah umum Executive Series yang bertajuk "Nurturing and Managing Leader" di hadapan mahasiswa program studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
13-04-2018 08:42