Main Menu

Marketing Sales Intiland Naik 300 Persen, Nyaris Rp 1 Triliun

didi
16-04-2018 17:58

Ilustrasi marketing sales.(Shutterstock/ Brian A Jackson/re1)

Jakarta, Gatra.com - Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland) meraih pendapatan penjualan (marketing sales) pada triwulan I tahun 2018 sebesar Rp966 milyar. Nilai perolehan tersebut melonjak sekitar tiga kali lipat dari perolehan marketing sales triwulan I tahun 2017 yang mencapai Rp236 milyar.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono menjelaskan bahwa peroleh marketing sales tersebut setara 29,3% dari target tahunan senilai Rp3,3 trilyun. Lonjakan siginifikan tersebut terutama berasal dari dibukukannya penjualan unit-unit kondominium Fifty Seven Promenade sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.

Proyek pengembangan kawasan terpadu ini memberikan kontribusi marketing sales Rp753 milyar di triwulan I 2018. Jumlah tersebut setara 78% dari total perolehan marketing sales di triwulan I 2018.

“Minat konsumen untuk membeli unit-unit kondominium Fifty Seven Promenade tetap tinggi. Total penjualan yang kami bukukan dari proyek ini mencapai Rp2,3 trilyun,” ungkap Archied dalam keterangannya kepada Gatra.com, Senin (16/4).

Ditinjau dari segmen pengembangannya, mixed-use and high rise mencatatkan marketing sales sebesar Rp 823 milyar atau 85% dari keseluruhan. Nilai perolehan ini melonjak 597% dibandingkan perolehan triwulan I tahun 2017 yang mencapai Rp118 milyar. Selain dari penjualan unit kondominium Fifty Seven Promenade, proyek yang juga memberikan kontribusi cukup besar berasal dari penjualan unit- unit apartemen 1 Park Avenue di Jakarta Selatan.

Archied mengungkapkan, penjualan dari segmen pengembangan kawasan perumahan membukukan marketing sales Rp98 milyar atau setara 10% dari keseluruhan. Pencapaian tersebut naik 44% dibandingkan perolehan pada triwulan I tahun 2017 sebesar Rp68 milyar.

Segmen pengembangan kawasan industri memberikan kontribusi cukup stabil bagi kinerja marketing sales perseroan. Pada triwulan I 2018, kontribusi lahan industri yang berasal dari penjualan lahan di Ngoro Industrial Park, Mojokerto, Jawa Timur ini mencatatkan marketing sales Rp45 milyar, atau memberikan kontribusi 5%. Jumlah tersebut menurun sekitar 10% dibandingkan perolehan marketing sales triwulan I tahun 2017 yang mencapai Rp50 milyar.

“Daya beli dan minat beli konsumen masih ada. Namun secara umum, pasar masih cenderung wait and see, menunggu momentum untuk kembali membaik. Kami perlu menyiapkan langkah-langkah strategi untuk mengantisipasi perubahan kondisi pasar dan minat konsumen,” kata Archied lebih lanjut.

Ditinjau dari lokasi pengembangannya, proyek-proyek yang berada di wilayah Jakarta dan sekitarnya memberikan kontribusi marketing sales Rp842 milyar, atau 87%. Pengembangan proyek-proyek di wilayah Surabaya dan sekitarnya memberikan kontribusi marketing sales 13%, atau senilai Rp124 milyar.


Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Rosyid

didi
16-04-2018 17:58