Main Menu

Inflasi Tahunan KTI Cukup Rendah, Sektor Pariwisata Ditingkatkan

Annisa Setya Hutami
21-04-2018 12:31

Ilustrasi salah satu daya tarik wisata di Pulau Lombok, NTB. (GATRA/Joni Aswira Putra/FT02)

Lombok, gatra.com - Peningkatan perekonomian di Kawasan Timur Indonesia (KTI) semakin digencarkan. Berdasarkan data Bank Indonesia, ekonomi KTI tumbuh menguat yaitu dari 4,84 % (yoy) pada 2016 menjadi 5,10% pada 2016. Sumber peningkatan terutama berasal dari sektor tradable yang turut mendorong kinerja ekspor luar negeri. Adapun ketergantungan terhadap komoditas tambang menjadi faktor penahan kinerja beberapa provinsi KTI seperti Papua, Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Barat.

"19 persen perekonomian di NTB ditopang oleh tambang, meskipun kuota sempat dikurangi untuk ekspor. Namun, laju inflasi saat ini lebih terkendali dan berkisar pada angka 3,7 % dari target 4,1 %," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah NTB, Suwarno Wira Permana melalui perwakilannya pada Sabtu ( 21/4).

Selain itu, sektor pariwisata juga menjadi andalan. Belum lama ini, Lombok menjadi salah satu peraih destinasi "halal tourism" terbaik. Hal ini menjadi pencapaian tersendiri.

"Diharapkan tingkat pengangguran menurun dan kesejahteraan meningkat. Investasi pembangunan juga digencarkan. Beberapa wisata yang sedang makin ditingkatkan yaitu KEK Mandalika dan Gili Mas," katanya.

Suwarno berharap kedua proyek ini dapat mendorong ekonomi NTB agar sektor pariwisata juga semakin baik. iIa melihat peran BI di daerah sebenarnya sangat strategis. Terutama dalam hal pengendalian harga dan juga sebagai mitra pemerintah daerah. Nantinya dapat berefek pada sistem pembayaran daerah.

"Kedepan, kita berharap ada dukungan lebih dari pimpinan serta peran aktif media untuk pembangunan di provinsi NTB," ucapnya.


Reporter : ASH

Editor : Bernadetta Febriana

Annisa Setya Hutami
21-04-2018 12:31