Main Menu

Dimulai dari Bantul, Bulog Mulai Serap Gabah Langsung dari Petani

Mukhlison Sri Widodo
05-05-2018 19:53

Gerakan Stabilisasi Harga Pangan di Imogiri, Bantul, DIY. (GATRA/Arif Koes/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Badan Urusan Logistik (Bulog) memutuskan menyerah gabah langsung dari petani dengan kualitas dan harga yang sudah ditetapkan. 

 

Langkah ini untuk melindungi petani dari kartel beras dan menjamin ketersediaan beras bagi konsumen.

Mendampingi Menteri BUMN Rini R Soemarno meluncurkan ‘Gerakan Stabiliasi Harga Pangan’, Direktur Utama Bulog Budi Waseso menyatakan program serap gabah langsung dari petani ini resmi dimulai secara nasional dari Imogiri, Bantul, pada Sabtu (5/4).

“Program serap gabah dari petani merupakan kepentingan negara. Kita menstandardkan kualitas gabah agar petani lebih bertanggung jawab pada hasil tanamnya,” kata Buwas.

Selain untuk  memutus hubungan petani dengan pihak ketiga yang selama ini berdampak naiknya harga beli gabah di Bulog, program ini juga untuk memenuhi cadangan beras nasional. 

Jika nantinya cadangan beras aman bahkan melimpah, maka harga jual beras di konsumen bisa lebih murah.

Buwas tidak menampik saat ini banyak kartel pangan kuat sehingga mengalahkan negara. Bulog saat ini sedang memetakan tentang cara kerja kartel agar bisa menindaklanjuti dengan kebijakan.

Menurut Buwas, beras harus dikendalikan oleh negara, baik dari sisi ketersediaan maupuan kestabilan harga. Jika ini  dicapai, maka akan menguntungkan petani dan konsumen.

“Untuk beras, langkah awal kita memang membeli gabah langsung dari petani. Selama ini dengan harga yang sudah ditentukan tangan ketiga, serapan Bulog tidak maksimal,” lanjutnya.

Buwas menyatakan Bulog akan menjalin kerjasama dengan Kementerian Pertanian dalam peningkatan kualitas beras. 

Dengan pemanfaatan benih yang baik, manajemen tanam yang ideal, hingga memberikan hasil yang maksimal, Indonesia bisa swadaya beras. Import pun hanya dilakukan saat panceklik panen.

Menurut Buwas, Bulog akan memaksimalkan semua jaringan yang dimiliki dari tingkat bawah seperti kelompok tani hingga satuan tugas.

Bersama Menteri BUMN, Rini R Soemarno Buwas melakukan panen raya di lahan pertanian organik milik kelompok Tani Madya seluas 21 hektar di Desa Kebon Agung, Imogiri, Bantul. 

Selain itu juga diserahkan berbagai bantuan peralatan pertanian dan pupuk.

Dalam sambutannya, Menteri Rini mengatakan program serap gabah akan dikerjakan keroyokan oleh BUMN bahan pangan, yakni PT Sang Hyang Sri dan PT Pupuk Indonesia.

“Kami akan lebih agresif menyerap gabah. Kementerian menargetkan sebanyak 20-30 ribu ton gabah bisa terserap dari petani langsung setiap tahun oleh Bulog,” jelasnya.

Dengan ketersediaan cadangan beras yang besar, pemerintah berharap bisa menentukan beras medium di harga Rp 8.250 per kilogram di seluruh Indonesia.

Sedangkan sebagai dukungan terhadap pembiayaan petani agar tidak terjerat utang pada tengkulak atau pengijon,  pemerintah memberikan kredit usaha rakyat (KUR) via BRI dengan bunga 7% yang bisa dibayar pada saat panen.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
05-05-2018 19:53