Main Menu

Pendirian Pabrik Pusri 2B Hemat Gas Hingga 14,87 Ton Urea

Gandhi Achmad
11-05-2018 20:21

Peresmian Pabrik Pusri 2B oleh Menteri BUMN dan Menteri Perindustrian di Palembang Mas (GATRA/Tasmalinda/yus4)

Palembang, Gatra.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarni meresmikan pengoperasian Pabrik Pusri 2B milik anak usaha PT Pupuk Indonesia, yakni PT Pupuk Sriwijaya di Palembang.


Pendirian Pabrik Pusri 2B sebagai bagian dari revitalisasi industri pupuk nasional. Revitalisasi dilakukan sebagai salah satu upaya Pupuk Indonesia meningkatkan kinerja dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan daya saing.

 

"Pabrik Pusri 2B ini sebagai pengganti pabrik Pusri 2. Jadi yang sebenarnya kita lakukan adalah untuk mengefisiensikan harga supaya harga pupuk lebih turun, begitu juga dengan penggunaan gasnya. Penurunan gasnya bisa sampai 40 persen," kata Menteri Rini kepada awak media, pada Jumat (11/5).

 

Konsumsi gas Pusri 2B jauh lebih efisien dibanding pabrik Pusri 2 yang digantikannya. Konsumsi gas Pusri 2B yaitu 31,49 MMBTU per ton amonia dan 21,18 MMBTU per ton urea. Jika dibandingkan dengan Pabrik Pusri II (existing) yang memiliki rasio pemakaian gas per ton produk 49,24 MMBTU per ton amonia dan 36.05 MMBTU per ton urea maka akan dihemat pemakaian gas sebesar 14,87 MMBTU per ton urea.

 

Pabrik baru ini juga menjalin kerja sama dengan PT Bukit Asam untuk melakukan gasifikasi batu bara yaitu proses untuk mengubah batu bara menjadi fuel gas yang kaya akan CO dan H2.
"Harga gas khusus untuK PT Pusri sudah turun jadi US$ 6, itu sudah alhamdulillah. Berikutnya yang kita dorong adalah gasifikasi menggunakan batu bara kalori rendah,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto pada kesempatan yang sama.

 

Ia menjelaskan, bahwa pihaknya bersama Menteri BUMN juga sudah berbicara dengan Menteri ESDM supaya hilirisasi batu bara agar diberikan fasilitas dengan demikan gasifikasi dapat terealisasikan.

 

Pabrik Pusri 2B ini dibangun melalui konsorsium PT Rekayasa Industri dan Toyo (Jepang), dengan total biaya investasi Rp 8,5 triliun. Pabrik pupuk baru ini memiliki kapasitas produksi sebesaf 907.500 ton urea/tahun dan 660.000 ton amoniak/tahun.


 

Reporter : APP

Editor : Gandhi Achmad

Gandhi Achmad
11-05-2018 20:21