Main Menu

OJK: Penyelidik Kasus Korupsi 1MDB Faris Rabidin, bukan Pegawai OJK

Hendry Roris P. Sianturi
18-05-2018 15:18

Otoritas Jasa Keuangan (ANTARA/Yudhi Mahatma/RT)

Jakarta, Gatra.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklarifikasi bahwa Faris Rabidin, anggota komite penyelidik skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB), bukan pegawai OJK. Hal ini ditegaskan Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot melalui keterangan resmi.

 

“OJK dengan ini menjelaskan bahwa saudara Faris Rabidin bukanlah pegawai OJK. Saudara Faris adalah konsultan independen yang dikontrak Asian Development Bank (ADB) untuk memberikan bantuan teknis ke OJK berdasarkan kebutuhan,” katanya, Jumat (18/05).

Sekar menyampaikan bahwa OJK tidak memiliki keterkaitan atas penunjukan Faris oleh The Council of Eminent Persons Malaysia. “Untuk menjaga kode etik dan governance yang berlaku di OJK, maka kami telah melakukan komunikasi dengan ADB agar saudara Faris dapat lebih fokus kepada tugas yang baru,” ujarnya.

Sebelumnya, Majelis Penasihat Pemerintah Malaysia telah membentuk satu komite untuk untuk menyelidiki skandal korupsi dana investasi 1MDB. Selain Faris, anggota komite tersebut yaitu mantan Jaksa Agung Malaysia Abu Talib Othman, Nik Shahrizal Sulaiman dari Risk Assurance Services PwC, Syed Naqis Shahabuddin Syed Abdul Jabbar, dan pendiri Centre to Combat Corruption and Cronyism (C4), Cynthia Gabirel.

Di dalam Peraturan Dewan Komisioner OJK No. 01/17/PDK/XII/2012 tentang Kode Etik OJK pasal 6 ayat (2), memang ditegaskan bahwa Anggota Dewan Komisioner, Pejabat, dan Pegawai OJK dilarang untuk rangkap jabatan.

Pasca Mahathir Mohamad terpilih lagi menjadi Perdana Menteri Malaysia, otoritas setempat semakin gencar mengusut kasus 1MDB. Diduga,sekitar US$ 4,5 miliar uang publik diselewengkan.

Reporter: Hendry Roris Sianturi

Editor: G.A. Guritno

Hendry Roris P. Sianturi
18-05-2018 15:18