Main Menu

Jelang Kunjungan PM India, Kadin Bentuk Komite Bilateral India

Flora Librayanti BR K
18-05-2018 19:08

Ketua umum Kadin, Rosan P Roeslani. (GATRA/Eva Agriana Ali/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Guna mendorong peningkatan kerjasama ekonomi antara para pelaku usaha, Kamar Dagang (Kadin) Indonesia bersama dengan Kedutaan Besar Republik India di Jakarta membentuk Komite Bilateral India kepengurusan baru. Pengurus baru tersebut diisi oleh para pengurus Kadin Indonesia dan pengusaha kedua negara. Komite Bilateral tersebut bekerja dibawah koordinasi Kadin Bidang Hubungan Internasional.

 

“Masih banyak potensi kerjasama ekonomi yang bisa dimaksimalkan, karenanya pembentukan Komite Bilateral India ini diharapkan mampu mengidentifikasi potensi ataupun hambatan yang ada. Dalam CEO forum sebelumnya (2016) kedua negara sudah sepakat untuk mengejar target ambisius 50:50 dengan total perdagangan dan investasi sebesar US$50 miliar pada 2025,” ungkap Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani di Jakarta (18/5/2018).

Pada akhir Juni 2018 mendatang, PM India Narendra Modi direncanakan akan berkunjung ke Indonesia.

Menurut Rosan, dua kali kunjungan kenegaraan yang telah dilakukan oleh Presiden Joko “Jokowi” Widodo ke India menunjukkan komitmen yang luar biasa bagi penguatan hubungan ekonomi bilateral. Indonesia dan India sebelumnya diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke-6 dan ke-3 pada 2030, sehingga memiliki potensi kerja sama perdagangan dan investasi yang sangat besar.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani berharap Komite Bilateral India mampu menjadi katalis dalam meraih target investasi dan perdagangan para pelaku usaha dua negara. Terutama enam sektor yang telah disepakati sebelumnya, yakni pertambangan, infrastruktur, manufaktur, farmasi, digital, serta sektor jasa.

“Sektor manufaktur misalnya kita bisa melakukan kerja sama investasi untuk instalasi pemurnian (refinery), tekstil, dan otomotif. Untuk infrastruktur juga kita bisa meningkatkan kerja sama di bidang penerbangan mengingat India akan menjadi pasar penerbangan dunia terbesar ketiga dan Indonesia keenam dalam beberapa tahun mendatang,” tambah Shinta.

Keenam sektor yang menjadi fokus kerja sama Kadin Komite Bilateral India tersebut merupakan kesepakatan yang dihasilkan pada para pengusaha dari kedua negara pada CEO Forum Indonesia-India 2016 lalu yang dilaksanakan di sela kunjungan Presiden Jokowi ke India pada Desember tahun yang sama.



Editor : Flora L.Y. Barus

 

Flora Librayanti BR K
18-05-2018 19:08