Main Menu

Kebijakan Impor Gula Tidak Terbukti Ampuh Turunkan Harga

Aulia Putri Pandamsari
22-05-2018 23:14

Stok gula (Dok. Gatra/yus4)

 

Jakarta, Gatra.comCenter for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai kebijakan terkait impor gula konsumsi perlu dievaluasi. Hasil penelitian CIPS menemukan bahwa kebijakan impor gula konsumsi tidak berhasil menurunkan harga gula jenis tersebut di pasar domestik.


Harga gula konsumsi justru mengalami kenaikan sebesar 17,5% atau sekitar Rp10.599,5 per kilogram pada September 2010 menjadi Rp12.455,3 per kilogram pada Februari 2018. Harga Februari 2018 tersebut malah lebih tinggi tiga kali lipat dibanding harga di pasar internasional.


“Impor memang dibutuhkan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan gula konsumsi di masyarakat. Namun, dibukanya keran impor membutuhkan perbaikan. Hal yang perlu diperhatikan adalah jumlah dan waktu impor yang tepat untuk menjaga kesejahteraan produsen sekaligus membuat harga gula konsumsi menjadi lebih terjangkau,” kata peneliti CIPS, Novani Karina Saputri dalam diskusi dengan awak media di Jakarta, Selasa (22/5).

Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Muhammad Maulana lantas menyoroti soal kebijakan impor. Anehnya, kebijakan impor biasanya dilakukan di waktu-waktu akhir (last minute) menjelang hari besar seperti perayaan hari raya sehingga membuat harga gula konsumsi menjadi tinggi.

“Kita konsumsi kan bisa diperhitungkan, mengapa tidak disiapkan stok? Kebijakan impor itu diambil mepet di hari raya lebaran atau natal. Ini yang harus disiapkan pemerintah karena permintaan dalam negeri juga besar,” kata Maulana pada kesempatan yang sama.


Oleh karena itu, CIPS memberikan rekomendasi pada pemerintah untuk memberikan hak penentuan jumlah impor kepada pasar melalui importir yang memiliki lisensi impor. “Pemerintah cukup melakukan pengawasan terhadap mekanisme impor yang berlangsung. Selain itu, pemerintah juga harus menentukan waktu yang tepat untuk melakukan impor gula konsumsi di saat harga internasional murah,” ujar Novani.


Reporter: APP
Editor : Flora L.Y. Barus

Aulia Putri Pandamsari
22-05-2018 23:14