Main Menu

REI Optimistis Industri Real Estate Mampu Bertahan di 2018

Andhika Dinata
24-05-2018 14:57

Ilustrasi Pameran Property di Jakarta. (GATRA/Adi Wijaya/FT02)

 

Jakarta, Gatra.com - Pertumbuhan industri real estate di Ibukota tahun ini masih menunjukkan perkembangan yang optimis. Hal itu terbaca dari kondisi pertumbuhan sektor properti yang mengalami kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya.

 

Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta baru-baru ini merilis Riset Properti untuk mengetahui trend pertumbuhan industri real estate di Jakarta. Riset dilakukan terhadap para pengembang sebagai responden dengan rentang waktu survei dari Februari hingga April 2018. Bagi para pelaku industri, Pemerintah, maupun stakeholde,r riset atau studi kondisi real property sangat dibutuhkan sebagai dasar pengambilan keputusan, kebijakan maupun tindakan.


Ketua DPD REI Jakarta, Amran Nukman menjelaskan dalam kesimpulan hasil surveinya bahwa sebanyak 55 persen pengembang yang tergabung dalam REI menyatakan kondisi properti di Jakarta pada 2018 akan sama dengan tahun sebelumnya. Sedangkan 34 persen lainnya optimis kondisi properti 2018 akan menjadi lebih baik. “Mayoritas survei mengatakan (pengembang) tetap merencanakan mengembangkan perumahan sederhana, menengah atas dan apartemen dengan prioritas kebutuhan infrastruktur berupa air bersih dan jalan,” ujarnya.


Sementara dari sisi Capital Expenditure (Capex) pada 2018 ini sebanyak 33 persen pengembang REI Jakarta membutuhkan Capex masing-masing berkisar 100 sampai 500 miliar rupiah. Di tengah optimisme tersebut, hasil riset juga menyatakan bahwa industri real estate sangat terdampak oleh kebijakan Pemerintah berupa: perpajakan, perijinan, suku bunga kredit. Khusus di DKI Jakarta perijinan masih menjadi tantangan tersendiri. Sebanyak 69 persen responden menyatakan lebih mudah memperoleh perijinan di luar DKI Jakarta dibandingkan dengan di DKI Jakarta.


Senada dengan itu Wakil Ketua Bidang Riset dan Luar Negeri DPD REI DKI Chandra Rambey menjelaskan tantangan perlambatan ekonomi akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) tidak serta merta menyurutkan optimisme pengusaha real estate. “Hal ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan terhadap anggota REI DKI dimana mayoritas anggota masih optimistis dengan pertumbuhan industri real estate tahun ini,” ujar Chandra kepada GATRA.com.


Pertumbuhan itu terangnya terlihat dari sisi produk properti berupa pembangunan Rumah Tapak Sederhana dan apartemen Strata yang selalu menggeliat di 2017 hingga 2018 ini. Bila sektor properti dapat bertahan dan menunjukkan perkembangan signifikan maka akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Sektor properti terang Chandra mempunyai multiplier effect yang tinggi dengan 175 industri ikutan dan penyerapan tenaga kerja yang besar.


Di Tahun 2018 pengembang menurutnya masih akan tetap melakukan ekspansi bisnis dengan memperbesar Capex. Investasi besar yang digelontorkan menunjukkan industri real estate masih menjadi segmen yang diminati oleh para pelaku usaha. “Dimana mayoritas atau 64% (pengusaha real estate) mencadangkan Capex di atas 100 miliar bahkan 9% menganggarkan capex lebih dari 900 miliar,” tandasnya.

 


Reporter : Andhika Dinata

Editor      : Cavin R. Manuputty

Andhika Dinata
24-05-2018 14:57