Main Menu

PTPP Terbitkan Obligasi Rp 3 Trilyun

didi
24-05-2018 21:42

Ilustrasi.(Shutterstock/re1)

Jakarta, Gatra.com - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berencana menjalankan penawaran umum berkelanjutan dengan menerbitkan obligasi sebanyak-banyaknya Rp3 trilyun. Untuk tahap pertama, perseroan berencana menerbitkan sebesar Rp1,5 trilyun, dengan target pencatatan di awal Juni 2018.

Direktur Utama PTPP, Lukman Hidayat mengatakan, pihaknya berencana menerbitkan obligasi dalam dua seri. Seri A untuk jangka waktu tiga tahun dan seri B dengan jangka waktu lima tahun.

"Dengan sistem pembayaran kupon secara triwulanan, di mana tingkat kupon obligasi yang ditawarkan oleh perseroan sebesar 8,25%
per tahun untuk seri A dan 8,5% per tahun untuk seri B," kata Lukman di Jakarta, Kamis (24/5).

Dana dari hasil obligasi, ia menjelaskan, akan digunakan perseroan untuk mendukung pembangunan proyek-proyek infrastruktur. Obligasi berkelanjutan ini telah mendapatkan rating idA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

PTPP telah menunjuk tiga perusahaan sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi, yaitu PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas.

"Sedangkan untuk Wali Amanat, perseroan sudah menunjuk PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)," jelasnya.

Sementara terkait kontrak baru, hingga akhir April 2018 perseroan berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp11,3 trilyun yang mencerminkan pertumbuhan kontrak baru sebesar 25% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) sebesar Rp9,0 trilyun.

“Perseroan telah merealisasikan perolehan kontrak baru sebesar 23% dari total target,” ujar Lukman.

Ia menjelaskan, pencapaian kontrak baru sebesar Rp11,3 trilyun tersebut terdiri dari kontrak baru induk perseroan sebesar Rp 8,95 trilyun dan anak perusahaan sebesar Rp2,37 trilyun.

Perolehan kontrak baru tersebut, lanjut dia, didominasi dari BUMN dengan kontribusi sebesar Rp5,93 trilyun atau 47,64%, disusul oleh Swasta sebesar Rp5,03 trilyun atau 44,44%, dan APBN sebesar Rp897 milyar atau 7,92% dari total perolehan kontrak baru.



Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Rosyid

didi
24-05-2018 21:42