Main Menu

Perebutan Blok Rokan: Chevron dan SKK Migas Masih Diskusi, Pertamina Open Data Room

Hendry Roris P. Sianturi
07-06-2018 17:22

(Dok. GATRA/re1)

Jakarta, Gatra.com - PT Pertamina harus menunggu SKK Migas mengkaji proposal Chevron Pacific Indonesia (CPI) terkait perpanjangan Blok Rokan. Pasca penerbitan Permen ESDM No 23 tahun 2018 tentang Pengelolaan Wilayah Kerja (WK) Migas yang akan berakhir Kontrak Kerja Samanya, pemerintah memprioritaskan proposal perpanjangan kontraktor eksisting.

 

Menurut Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, jika proposal CPI tidak menarik, Blok Rokan akan ditawarkan ke Pertamina. “Kalau proposal kontraktor eksisting ini kurang memuaskan, nah ditawarkan ke Pertamina. Baru Pertamina akan ajukan proposal,” katanya kepada GATRAnews di Kementerian ESDM, (07/06).

Jika Pertamina berminat, kata Amien, maka Pertamina bisa mengajukan proposal ke pemerintah. “Sekarang ini lagi simultan. Chevron sedang menjelaskan detail-detail teknis dari proposalnya. Pertamina sedang melakukan data room,” katanya.

Amien mengatakan, dalam perebutan blok Rokan, ada tiga tahapan dalam kontrak kerjasama. Pertama, pemerintah memberi kesempatan kepada kontraktor eksisting. Kedua, jika tidak memuaskan, akan ditawarkan ke Pertamina. “Kalau proposal Pertamina juga kurang memuaskan, yah sudah ditawarkan saja, siapa nih yang mau,” ujarnya.

Saat ini CPI telah mensubmit proposal perpanjangan dan membahas hal teknis dengan SKK Migas. Seperti, porsi bagi hasil gross split dan rencana penggunaan teknologi enhanced oil recovery (EOR). “Kalau gross split kan, mesti dihitung result-nya seperti apa sih. Volume yang bisa diproduksikan. Ini kan urusan teknis enjinering. Ini yang sedang dibahas antara SKK dengan Chevron. Yang dibahas masih di situ,” katanya.

Kalau mau diperpanjang, kata Amien, CPI juga harus tetap melakukan EOR. “Dulu kan sudah piloting EOR. Terus kalau ternyata di dalam proposalnya ogah merencanakan pelaksanaan EOR, berarti nggak memuaskan. Kalau nggak memuaskan, taruh dulu. Baru dilihat proposal Pertamina,” ujarnya.

SKK Migas dan CPI juga masih membahas tentang cadangan migas dalam penerapan EOR di Blok Rokan. “Kalau EOR diterapkan, maka yang akan didefenisikan sebagai cadangan yang mana? Kan gitu. Kalau EOR nggak direncanakan, cadangannya segini saja (sedikit). Kalau diterapkan cadangannya makin gede. Ini yang sedang dibahas, dihitung cost-nya berapa,” katanya.

Sementara Pertamina, sambung Amien, masih mempelajari data-data Blok Rokan yang disediakan CPI. Pertamina sudah mengajukan permohonan data room ke Kementerian ESDM dan sudah disetujui. “Sekarang Pertamina sedang mengamati data room. Nantinya, data-data Chevron disediakan untuk dipelajari Pertamina,” ujarnya.

Reporter: Hendry Roris Sianturi

Editor: G.A. Guritno

Hendry Roris P. Sianturi
07-06-2018 17:22