Main Menu

INKA Ekspor Kereta Ke Filipina, Menteri BUMN: Potensi Kita Besar

Hendry Roris P. Sianturi
08-06-2018 12:58

Penandatanganan Kontrak Pembelian Diesel Multiple Train Unit dan Diesel Hydraulic Locomotive Train Set Oleh Philippine National Railways. (Dok. PT INKA/FT02)

Madiun, Gatra.com -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, industri perkeretaapian Indonesia memiliki potensi dan prospek bisnis yang besar. Apalagi, produk kereta buatan dalam negeri sudah dikenal handal di dunia internasional khususnya kawasan Asia.

 

Belum lama ini, PT Industri Kereta Api (INKA) juga dipercayai memproduksi train set untuk perkeretaapian di Filipina. INKA akan mengekspor produk keretanya ke Filipina senilai US$ 47,5 juta atau sekitar Rp 641,25 miliar. Bahkan, sejak tahun 1991, PT INKA telah mengekspor produknya ke Malaysia, Bangladesh, Singapura, Thailand, hingga Australia.

 

"Potensi yang kita miliki cukup besar. Ke depan industri perkeretaapian kita harus semakin maju dan paling terdepan," kata Rini usai menyaksikan Penandatanganan Nota Kesepahaman PT INKA dengan Politeknik Negeri Madiun di Kantor Pusat INKA, Jumat (08/06).

 

Rini meminta industri perkeretaapian Indonesia bisa semakin berkembang pesat dan didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dan unggul. “Seperti kita tahu, INKA sudah dikenal handal dan berpengalaman dalam memproduksi sarana perkeretaapian. Berkat inovasinya, karya-karya anak bangsa melalui INKA pun kian melejit,” ujarnya.

 

Rini juga berpesan kepada INKA, agar bisa terus berinovasi menghadirkan sarana perkeretaapian yang handal dan modern guna menjawab kebutuhan transportasi Indonesia di masa mendatang. "Saya selalu menekankan bahwa inovasi sangat penting dalam berkompetisi di era kini. INKA harus terus maju dan menjaga kehandalannya," katanya.


Reporter: Hendry Roris Sianturi

Editor: Rohmat Haryadi

Hendry Roris P. Sianturi
08-06-2018 12:58