Main Menu

Ini Upaya Mengakselerasi Indonesia Menjadi Kiblat Fashion Dunia 2020

Putri Kartika Utami
09-06-2018 00:53

Warga memilih jilbab (hijab) dan perlengkapan ibadah yang dijajakan pedagang busana muslim di Lamteh, Ulee Kareng, Banda Aceh. (ANTARA/Irwansyah Putra/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Posisi Indonesia di sektor industri fashion muslim dunia cukup menjanjikan. Indonesia menjadi salah satu dari tiga besar negara anggota Organisasi Kerja Sama Negara Islam (OKI) sebagai pengekspor produk Fashion muslim terbesar di dunia, setelah Bangladesh dan Turki. Nilai ekspor produk fashion muslim kita mencapai US$ 12,23 milyar pada tahun lalu.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat pada 2016, pasar fashion muslim di dunia mencapai US$ 254 milyar. Pada 2020 diprediksi mengalami pertumbuhan pasar sebesar 6,6%, menjadi US$ 373 milyar.

“Ini yang menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk menguasai pasar fashion muslim di dunia,”  kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih di Jakarta, Jumat (8/6).

Pasar domestik juga menggiurkan. Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Pemerintah mendorong industri fashion untuk terus meningkatkan market share di pasar internasional. Agar mampu bersaing di kancah global, pemerintah berupaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui program pendidikan vokasi industri fashion yang tersertifikasi.

Akses permodalan berupa kemudahan fasilitas KUR dilakukan untuk menumbuhkan wirausaha baru. Apa modal Indonesia mewujudkan target itu? Peluang besar Indonesia perlu diakselerasi dengan cara meningkatkan daya saing industri fashion di dalam negeri mulai dari sektor hulu sampai hilir.

Kemenperin mempunyai langkah mengintegrasikan sektor hulu sampai hilir dalam memajukan industri busana muslim nasional. Misalnya, gencar membangun kemitraan desainer dengan pelaku IKM Fashion

Kementerian juga memfasilitasi desainer lokal ikut berbagai pameran dan peragaan busana, baik di dalam maupun luar negeri. Gati mengatakan, Indonesia punya modal kuat menjadi kampiun di sektor ini.

“Kemenperin memiliki strategi untuk memajukan industri fashion muslim nasional, yakni dengan cara memasukkan unsur kearifan lokal dengan kekayaan budaya yang kita miliki, serta memacu kreativitas para pengrajin dalam menuangkan corak pada produk Fashion muslim nasional,” ujarnya.

Menurut Gati, warisan budaya merupakan sumber inspirasi untuk menghasilkan produk-produk inovatif baru yang bernilai tambah dan berdaya saing tinggi, termasuk di sektor industri fesyen yang harapannya dapat menjadi salah satu referensi tren mode di dunia.

Maka, Kemenperin mengapresiasi penyelenggaraan Ramadan Runway 2018 yang rutin dilaksanakan rutin setiap tahun oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI). Ajang ini turut mempromosikan industri fashion nasional, termasuk produk busana muslim yang mampu berkontribusi signifikan terhadap perekonomian.

“Salah satu ajang pameran fashion busana muslim terbesar di Indonesia ini melibatkan lebih dari 70 brand pilihan dari seluruh Indonesia yang akan menjadi referensi para pecinta fashion tentang tren mode busana muslim ke depannya,” ungkap Gati.


Reporter: Putri Kartika Utami
Editor: Iwan Sutiawan 

Putri Kartika Utami
09-06-2018 00:53