Main Menu

Pertumbuhan Hotel Halal Terus Meroket

Gandhi Achmad
10-06-2018 21:03

Ilustrasi.(Shutterstock/re1)

Jakarta, Gatra.com - Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal (TP3H) Riyanto Sofyan  mengatakan pertumbuhan hotel syariah di Indonesia terus meningkat.

 

Ia membeberkan, berdasarkan data dari Traveloka per Mei 2018, ada sekitar 730 hotel syariah di Indonesia. Namun, jumlah tersebut masih akan dikurasi kembali bersama Dewan Syariah Nasional (DSN) sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan.

 

Tentu saja, perkembangan penjualan kamar hotel berdasarkan data yang dirilis Traveloka sangatlah pesat. "Terlihat dari data pertumbuhan penjualan kamar tahun 2015 ke 2016 naik sebesar 390 persen. Sementara pertumbuhan dari 2016 ke 2017 sebesar 126 persen," kata Sofyan kepada Gatra.

 

Seiring dengan data pertumbuhan tersebut, peningkatan pendapatan penjualan kamar pun terbilang meroket dan tercatat pada 2015 ke 2016 terjadi peningkatan pendapatan sebesar 411 persen. Sementara pada tahun 2016 ke 2017 peningkatanya 118 persen.

 

Berdasarkan data di Kemenpar, jumlah hotel yang restorannya sudah memiliki sertifikasi syariah itu berjumlah 75. Sementara hotel yang sudah bersetifikat syariah dari DSN MUI hanya ada dua yakni Syariah Hotel Solo (SHS) dan Hotel Sofyan. Khususnya yang berada di Jakarta yakni Hotel Sofyan Cut Mutia Cikini Jakarta Pusat dan Hotel Sofyan Supomo Tebet Jakarta Selatan.

 

Sebelumnya, standar hotel syariah memang mengacu kepada Peraturan Menteri (Permen) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Usaha Hotel Syariah. Dalam Permen tersebut, standar hotel syariah ada dua ; hilal 1, yakni basic sharia complience dan hilal 2, yakni moderate sharia complience.

 

Namun, Permen tersebut saat ini telah dicabut dan Kemenpar tengah dalam proses merumuskan aturan baru. Pencabutan tersebut terjadi pasca dilaksanakan focus group discussion (FGD) dengan stakeholder terkait. Maka ke depan nomenklatur syariah akan diganti menjadi halal.

 

“Jadi nomenklatur yang digunakan untuk pariwisata itu pasnya adalah halal makanya berubah jadi pariwisata halal bukan syariah bahkan hotelnya juga menjadi hotel halal,” kata Sofyan.


 

Reporter : Dara Purnama

Editor : Gandhi Achmad

 

Gandhi Achmad
10-06-2018 21:03