Main Menu

OJK: Industri Asuransi Syariah Tumbuh 15% di Tahun 2018

Aulia Putri Pandamsari
13-06-2018 13:31

Otoritas Jasa Keuangan(OJK).(ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/re1)

Jakarta, gatra.com - Berdasarkan proyeksi pertumbuhan aset yang disajikan dalam Rencana Bisnis tahun 2018 yang disampaikan seluruh perusahaan asuransi syariah kepada Otoritas Jasa Keuangan(OJK), rata-rata industri Asuransi syariah memproyeksikan asetnya akan tumbuh stabil sekitar 15% pada periode 2018-2019.

Proyeksi rencana bisnis industri asuransi syariah untuk tahun 2018 meliputi: rata-rata pertumbuhan aset 2018 sebesar 14,99%, sementara Industri Asuransi Jiwa Syariah sebesar 18,04%, Industri Asuransi Umum Syariah sebesar 13,54%, dan Reasuransi Syariah sebesar 13,39%.

Deputi Komisioner Pengawas IKNB II OJK, M. Ihsanuddin mengatakan bila setiap tahunnya OJK membuat forecast mengenai pertumbuhan aset lembaga jasa keuangan di Indonesia dengan acuan asumsi makroekonomi pada tahun 2018. Forecast OJK untuk Life Insurance pada tahun 2018 sebesar 12 hingga 14%. Sementara untuk General Insurance sebesar 7-9%.

“Ekspektasi pertumbuhan aset Industri Asuransi Syariah jauh lebih tinggi dibandingkan forecast pertumbuhan industri asurans secara keseluruhan. Hal ini mengindikasikan bahwa jika dibandingkan dnegan pertumbuhan industri asuransi secara nasional, ekspektasi pertumbuhan Industri Asuransi Suariah berada di atas rata-rata dan menjanjikan,” kata Ihsan kepada Gatra.com, Rabu(13/6).

Meskipun begitu, menurut Ihsan proyeksi pertumbuhan aset Asuransi Syariah yang sebesar 14,99% dinilai cukup konservatif mengingat pada tahun 2017 realisasi pertumbuhan aset Industri Asuransi Syariah bisa mencapai 23,65% year-on-year. OJK mencatat market share Asuransi Syariah tahun 2017 sebesar 4,8%.

“OJK memiliki optimis terutama karena banyaknya proyek infrastruktur yang sedang dijalankan oleh pemerintah yang memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan asuransi umum nasional. Sedangkan, Asuransi Jiwa Syariah, yang berupa produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI)/unit link masih menjadi primadona dan tren tersebut akan terus berlanjut hingga 1 sampai 3 tahun ke depan,” terang Ihsan.


 

Reporter : APP

Editor : Bernadetta Febriana

 

Aulia Putri Pandamsari
13-06-2018 13:31