Main Menu

Berikut Paparan Menkeu Soal Kinerja APBN Mei 2018

Aulia Putri Pandamsari
25-06-2018 23:24

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (ANTARA/Sigid Kurniawan/FT02)

Jakarta, Gatra.com -- Kementerian Keuangan kembali merilis laporan kinerja keuangan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara(APBN) posisi bulan Mei 2018. Posisi bulan Mei 2018 menunjukkan, defisit anggaran sebesar Rp94,45 trilyun atau 0,64% terhadap Produk Domestik Bruto(PDB). Capaian tersebut menurun dan lebih rendah Rp34 trilyun, bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai Rp128,7 trilyun.


“Ada perbaikan dari sisi capaian defisit yang lebih kecil. Jika dilihat dari presentase terhadap APBN juga lebih kecil, yaitu 29% dari target APBN,” terang Menteri Keuangan, Sri Mulyani saat memaparkan kinerja APBN Kita,bulan Mei 2018, di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (25/6).

Ia menambahkan capaian keseimbangan primer pada periode berjalan menunjukkan hasil yang positf, dengan surplus sebesar Rp18,1 trilyun. Hasil ini, menurut Sri Mulyani, menunjukkan perbaikan yang sangat nyata daripada defisit keseimbangan primer pada periode sebelumnya yang negatif Rp29,9 trilyun, dan jauh melampaui defisit pada Mei 2016 yang mencapai negatif Rp110 trilyun.

“Posisi APBN bulan Mei 2018 menunjukkan tren yang sangat positif dan menunjukkan kesehatan APBN yang sangat nyata dimana defisit APBN saat ini adalah yang terendah sejak 2016,” katanya.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari realisasi pendapatan dan belanja negara yang juga menunjukkan peningkatan. Realisasi penerimaan negara menjelang tengah tahun 2018 tercatat mencapai Rp. 685,06 trilyun atau setara sebesar 36,1% dari target penerimaan Rp,1.894 triliun sepanjang tahun ini.

Penerimaan negara itu terdiri dari penerimaan pajak yang telah terkumpul sebesar Rp. 538,66 trilyun, Penerimaan Negara Bukan Pajak(PNBP) sebesar Rp. 144,9 trilyun, dan hibah sebesar Rp. 1,41 trilyun. Secara year-on-year pertumbuhan realisasi penerimaan perpajakan dan PNBP sampai akhir Mei lalu, 14,53% dan 17,38%.

Dari sisi belanja negara, hingga Mei 2018 sudah mencapai Rp779,5 trilyun atau 35,1% dari total anggaran belanja Rp2.220 triliun. Rinciannya, belanja pemerintah pusat untuk kementerian/lembaga (K/L) ataupun non-K/L sebesar Rp458,01 trilyun dan transfer dana ke daerah dan dana desa sebesar Rp321,5 trilyun.

Sementara itu, realisasi pembiayaan anggaran adaah sebesar 52,1% atau Rp169,9 trilyun dari target yang ditetapkan. Dengan rincian:.pembiayaan utang Rp169,0 trilyun, pemberian pinjaman Rp797,3 milyar, dan Rp97,8 milyar.


Reporter: Aulia Putri Pandamsari

Editor: Aries Kelana

Aulia Putri Pandamsari
25-06-2018 23:24