Main Menu

Ini Alasan Pemerintah Belum Memperpanjang IUPK Freeport

Hendry Roris P. Sianturi
26-06-2018 22:08

Tambang Freeport.(Reuters/re1)

Jakarta, Gatra.com - Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Sementara milik PT Freeport Indonesia (PTFI), yang  bakal habis pada 30 Juni mendatang tampaknya bakal tak diperpanjang pemerintah dalam waktu dekat ini. Akibatnya, perusahaan tambang emas yang beroperasi di Timika, Papua ini dipastikan bakal berhenti operasi.

 

PTFI sebenarnya sudah mengirimkan surat permohonan perpanjangan jangka waktu IUPK pada 5 Juni lalu. Namun surat tersebut belum dibalas kementerian Energi dan Sumber daya mineral (ESDM). Enggan berkomentar banyak, Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Bambang Susigit hanya mengatakan, surat permohonan PTFI sudah diterima Ditjen Minerba Kementerian ESDM. “Nanti kami balas. Surat balasannya ke Freeport sedang dikonsepkan,” katanya kepada Gatra.com.

 

Sumber Gatra.com di Kementerian ESDM menyebutkan Kementerian ESDM berencana menunda perpanjangan IUPK Sementara. Perpanjangan IUPK Sementara, baru akan diberikan bulan Juli. “Dia maunya, supaya tidak terputus ekspornya, kalau bisa 30 Juni nanti, terbit. Kami maunya, setelah  berakhir 30 Juni, dimohonkan, kami review dulu sedikit, tentang hak dan kewajibannya. Baru setelah itu ada perpanjangan IUPK. Tanpa melanggar aturan,” ujarnya.

 

Sementara itu, di waktu yang hampir bersamaan, Menteri ESDM Ignasius Jonan dan CEO Freeport Richard Adkerson telah bertemu di Hotel Four Seasons, Amerika Serikat, Senin siang (25/6) waktu setempat. Dalam pertemuan tersebut keduanya membahas tentang masa depan Freeport di Indonesia. Bahkan, Richard berjanji akan mengunjungi Indonesia pekan depan.


 

Reporter: Hendry Roris Sianturi

Editor: Hendri Firzani 

Hendry Roris P. Sianturi
26-06-2018 22:08