Main Menu

Pembahasan Divestasi 51% Freeport Masih Terganjal Susunan Direksi

Hendry Roris P. Sianturi
28-06-2018 13:34

Tambang Freeport di Papua. (Dok. GATRA/Wisnu Prabowo/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Proses kesepakatan divestasi 51% PT Freeport Indonesia (PTFI) hampir rampung. Pemerintah Indonesia dan pihak Freeport McMoran tinggal menyelesaikan permasalahan manajemen PTFI dan persoalan limbah.

 

Menurut sumber GATRA di Kementerian ESDM, ganjalan yang masih muncul terkait divestasi antara Pemerintah dan Freeport adalah perdebatan tentang posisi personalia di struktur Board of Directors (BoD) PTFI. Karena nantinya jika divestasi 51% benar-benar terealisasi, maka PTFI harus merombak susunan BoD.

“Kan 51% mayoritas. Posisi direktur strategis Inalum mengusulkan perwakilan dari pemerintah Indonesia. Freeport belum mau. Jadi hak pengelolaan tetap dilakukan oleh Freeport. Inalum nggak mau,” ujar sumber tersebut.

Kalaupun ada perwakilan dari Indonesia, hanya akan mengisi posisi-posisi yang dianggap tidak strategis. “Seperti direktur HRD (Human Resources Development), direktur safety, itu dari Indonesia. Tapi direktur operasi, keuangan, yang strategis, itu masih Freeport. Padahal sudah setuju 51%. Kan lucu juga,” sambung sumber.

Kepala Komunikasi Korporat dan Hubungan Antar Lembaga Holding Industri Pertambangan Inalum, Rendi Witular irit berkomentar. Rendi hanya mengatakan, proses negosiasi masih berlangsung. Perbedaan pandangan antara Inalum dan Freeport McMoRan terkait proses divestasi, katanya, sudah mendekati kesepakatan.

“Proses negosiasi memerlukan waktu yang lama karena kita ingin memastikan proses ini berjalan berdasarkan asas good governance dan prinsip kehati-hatian," ujarnya ketika dikonfirmasi GATRA, (26/06).

Reporter: Hendry Roris Sianturi

Editor: G.A. Guritno

Hendry Roris P. Sianturi
28-06-2018 13:34